jennifer-lawrence-american-hustle-amy-adams

Mengutip salah satu quote dari Eleanor Roosevelt, “ A woman is like a tea bag – you can’t tell how strong she is until you put her in hot water”,  cukup menggambarkan bagaimana kompleksnya seorang perempuan. Kabar baiknya, bahwa faktanya banyak kaum hawa yang telah mendominasi di roda kehidupan seperti perannya di dunia kerja, mulai dari junior level maupun top leader. Tetapi, dengan sifat alamiahnya tersebut tak jarang menimbulkan konflik saat mereka berada di momen profesional. Dalam sebuah penelitian berjudul Unlocking The Full Potential of Women At Work, data dari Mckinsey & Company di tahun 2012 mengungkapkan bahwa 53% dunia kerja diisi oleh perempuan, bahkan 24% di antaranya menempati posisi sebagai Senior Vice President. Itu artinya persaingan yang ditimbulkan perempuan dengan perempuan lainnya bisa saja semakin melebar satu sama lain. Bukan hal yang mustahil apabila meningkatnya karir seseorang maka hal tersebut akan semakin menciptakan gesekan keras antara co-workers perempuan lainnya.

Ashley Stahl, speaker dan career coach dari California menyebutkan penyebab tertentu yang membuat keharmonisan dengan co-workers bahkan pemimpin perusahaan menjadi tidak harmonis. “Hubungan seorang perempuan dengan orang lain ibarat cermin akan hubungan dengan dirinya sendiri.  Saya tidak ingin menguniverersalkan hal tersebut. Tetapi berdasarkan apa yang saya alami, klien perempuan saya menggunakan kritik dan feedback dalam urusan kerja secara lebih personal daripada klien lelaki.” Senada dengan Ashley, Kristin Taliaferro seorang Master Certified Life and Career Coach yang saya hubungi, juga menuturkan bahwa ada berbagai faktor yang membuat perempuan membawa banyak hal secara personal. “Beberapa perempuan mengalami kesulitan pada dirinya sendiri dan sekitarnya karena mereka memiliki beban yang membuat stres dalam kehidupan. Bekerja, mengurus keluarga, dan menanggung banyak tanggung jawab adalah sebuah hal yang challenging. Sehingga beberapa dari mereka cenderung memelihara stres tersebut dan meluapkannya pada orang lain.”

Kristin Taliafarno, seorang Master Certified Life and Career Coach memberi beberapa tips to stay out from office drama and working better than others:

  1. Keep Yourself Busy

Fokus dan melakukan yang terbaik serta belajar skill baru yang membantu kamu terlihat pro pada pekerjaan kamu. Jika kamu sibuk dengan hal tersebut, kamutidak akan punya waktu untuk terlibat pada drama kantor. Empower yourself and others by being a great example.

  1. Life Balance

Bekerjalah secara efisien sehingga semua pekerjaan kamu dapat terselesaikan hari itu dan membuat kamu dapat pulang tepat waktu dan berisirahat di rumah. Kamu akan lebih sigap dan bekerja lebih baik pada semua sisi kehidupan jika memiliki waktu istirahat yang seimbang

  1. Find a Work-Mate

The notion that women need to be in conflict or compete with one another is outdated. Many women are supportive of other women, so seek out those women! They are everywhere!”

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Miliki Tubuh Indah Ala Supermodel Gigi Hadid dengan Tips Diet Berikut Ini

Tubuh indah bak model seolah sudah menjadi standar