Manusia memiliki sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan penyakit yang hendak menyerang kita. Namun kadang, sistem ini justru bisa menyerang diri kita sendiri dan mengakibatkan kondisi-kondisi autoimun. 80% di antara yang terserang adalah wanita.  Alasannya masih belum diketahui pasti, namun berdasarkan berbagai penelitian, perbedaan susunan genetik adalah kemungkinan penyebabnya.

Ada setidaknya 80 penyakit autoimun. Di bawah ini adalah lima dari yang paling umum yang harus kita kenali.

1. Artritis Reumatoid

Hampir 4% wanita akan terserang Artritis Reumatoid (AR) atau rematik dalam hidup mereka. Penyakit ini menimbulkan nyeri di persendian di seluruh tubuh, terutama tangan, jemari, siku, lutut, dan pinggul. Gejala-gejala AR termasuk mual, demam, menurunnya berat badan, dan kehilangan nafsu makan. Gejala-gejala ini muncul delam cepat dalam waktu minggu. Gejala AR bersifat sumetris, artinya kedua sisi tubuh terpengaruh olehnya. Penyakit ini biasa ditangani dengan obat-obatan resep, terasi fisik untuk meningkatkan mobilitas, serta mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti memperbanyak olahraga, angkat beban, dan mengubah pola makan.

2. Lupus

 

9 dari 10 orang yang terserang lupus, penyakit yang bisa merusak persendian, kulit, jantung, ginjal, paru-paru, dan bagian tubuh lain- adalah wanita. Wanita non-kulit putih punya resiko terserang penyakit ini hingga dua atau tiga kali lipat lebih besar dibanding perempuan Kaukasia. Karena mempengaruhi organ-organ yang berbeda, seringkali gejalanya juga bervariasi, yang membuatnya sulit untuk didiagnosis. Gejala yang sering muncul adalah rasa lelah yan sangat, saki kepala, persendian sakit atau bengkak, anemia, demam, bengkak di anggota gerak tubuh dan sekitar mata, rasa sakit di dada, hipersensitivitas terhadap cahaya, rambut rontok, penggumpalan darah tidak normal, dan jemari yang berubah menjadi putih atau biru saat kedinginan.

3. Penyakit Hashimoto

Penyakit Hashimoto atau Hashimoto’s thyroiditis adalah sebuah penyakit autoimun yang menyerang sistem tiroid, sebuah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di tengah leher kita. Penyakit Hashimoto biasanya berujung pada defisiensi hormon tiroid.  Gejala tiroiditis Hashimoto biasanya adalah benjolan di leher, bertambahnya berat badan, kelelahan, perubahan mood yang tiba-tiba, ketidakseimbangan hormon, nyeri otot atau sendi, tangan dan kaki dingin, kulit dan kuku kering, rambut rontok, konstipasi, dan suara serak. Biasanya masalah-masalah ini akan ditangani dengan resep hormon pengganti tiroid sintetis.

4. Psoriasis

Ini adalah kondisi kulit kronis yang membuat sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat. Berbeda dengan penyakit autoimun lain, psoriasis tidak pilih-pilih dalam menyerang pria maupun wanita. Psoriasis biasa muncul dalam area kulit mati yang berwarna putih keperakan yang gatal dan sakit di area kulit kepala, lutut, siku, dan punggung belakang. Pelembab khusus bisa digunakan jika penyakit ini tidak parah, namun, kondisi kulit yang sudah terlalu parah harus mendapatkan terapi dan medkasi khusus.

5. Sindrom Sjögren

Penyakit autoimun ini menyerang kelenjar yang menghasilkan air mata dan ludah. Akibatnya adalah pengurangan kualitas dan kuantitas sekresi sehingga membuat mata dan mulut kering. Penyakit ini biasanya menyerang di akhir usia 40an. Menurut para ilmuwan, penyebabnya adalah genetik dan paparan terhadap virus atau bakteri, namun bisa juga karena peran endokrin dan jaringan saraf. Penanganan penyakit ini tergantung pada bagian tubuh mana yang terpengaruh.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Latihan Baru untuk Membantu Olahragawan Mengelola Gangguan Pernafasan

Setelah berlari kencang dan latihan sebagian besar atlet