Tidak ada dua hubungan percintaan yang benar-benarmirip, tetapi ada sebuah kebenaran universal yang berlaku bagi setiap pasangan: tidak terhindarkan bahwa, setiap beberapa sekali, kamu dan pasangan akan mengalami berbaga pertidaksetujuan: baik besar maupun kecil. Tentu saja, bertengkar dengan pasangan bukan sebuah hal yang menyenangkan. Akan tetapi, kamu bisa membuat aktivitas ini menjadi lebih produktif. Bertengkar secara produktif adalah ketika baik kamu maupun dia sama-sama tetap pada topik, tidak kehilangan ketenangan, dan tidak menaikkan nada suaramu. Bagaimana caranya kamu melakukan ini?

Jika kamu tidak bisa tetap tenang, segera ambil break

Aturan emas untuk tetap memiliki argumen yang produktif? Jangan biarkan segalanya memanas. Karena, ketika kamu berteriak-teriak, mengata-ngatai, dan saling menghina satu sama lain, maka segalanya akan jadi destruktif. Dan ini akan terjadi ketika kamu dan dia membiarkan emosi kalian tersulut. Jadi, alih-alih membiarkan semuanya jadi tereskalasi, sebaiknya kamu menenangkan dirimu jika kamu memang butuh sejenak beristirahat. Setelah kamu merasa lebih baik, maka kamu bisa kembali mengurusi argumen tadi.

Hindari menggunakan kata “kamu”

Ketika kamu sedang bertengkar dengan pasanganmu, kamu mungkin jadi lebih mudah merasa terserang dan menganggap segalanya serius. Namun, agar kamu dan dia masing-masing tidak jadi merasa defensif, sebaiknya kamu menghindari menggunakan kata “kamu” kapan pun yang memungkinkan. Ini dianggap sebagai sebuah serangan dan akan berujung kepada sikap defensif atau bahkan serangan balik. Sebaliknya, kamu membingkai pemikiranmu dengan pernyataan “aku.” Misalnya, “ketika ini terjadi, aku merasa…” karena ini tidak terdengar menuduh.

Tanyakan pertanyaan klarifikasi

Pada intinya, sebuah argumen sebenarnya hanyalah upaya bagi dua orrang untuk sampai pada sebuah pemahaman yang sama, yang akan terjadi jauh lebih mudah jika kamu benar-benar tertarik pada sudut pandang satu sama lain, dan mau saling mengajukan pertanyaan untuk bisa lebih mengerti tentang hal itu. Mengambil posisi bingung dan mintaa konfirmasi adalah hal yang sangat membantu. “Bantu aku mengert” atau, “aku bingung pada bagian ini,” adalah kalimat-kalimat yang bisa kamu coba.

Pertimbangkan waktu percakapan tersebut

Tidak ada waktu yang tepat untuk berdebat, tetapi ada banyak contoh waktu yang sangat buruk dalam memulai argumen. Dan jika kamu memulai diskusi yang penting pada waktu yang tidak tepat, maka kamu akan semakin sulit dala bernavigasi. Pilihlah waktu percakapan secara berhati-hati. Jangan memulai argumen ketika pasanganmu sedang mau keluar atau sedang berkonsentrasi pada hal lain. Jika ini adalah masalah yang penting dan berkelanjutan, maka pastikan ia tahu apa yang akan kamu bicarakan dan ia oke membicarakannya denganmu.

Selamat mengupayakan argumen yang konstruktif untuk berantem secara produktif dengan pasanganmu!

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Tanda Gebetanmu Akan Menyatakan Cinta

Sulit mengatakan tiga kata sederhana seperti “I Love