Kita semua mungkin pernah mengatakan hal-hal yang tidak kita maksudkan dan akhirnya kita menyesalinya nanti. Kita memang manusia, adalah manusiawi untuk tidak sempurna. Meskipun pasangan kita cenderung merupakan orang terdekat dalam hidup kita, dimana kita bisa berbagi segalanya, ia masihlah seseorang yang pantas untuk diperlakukan dan diajak bicara dengan rasa hormat. Karena itu, kamu harus menghindari berbagai frase dri kosa-kata pernikahan, jika kamu tak ingin hubunganmu dan dia nantinya jadi berantakan. Apa saja frase-frase tersebut?

“Selalu” dan “tidak pernah”

Jika kamu mencari kata-kata yang dengan cepat bisa menambah bahan bakan pertengkaran antara dua orang, termasuk pasangan dalam pernikahan, ,maka dua frase ini adalah yang paling efektif. Pernyataan selalu dan tidak pernah seringkali digunakan dengan nada menuduh dan argumentatif, yang pada akhirnya berujung pada reaksi yang defensif untuk mengklarifikasi sesuatu yang dibesar-besarkan atau bahkan sebenarnya tidak benar. Kedefensifan akan bisa menghancurkan komunikasi, jadi kamu harus membela posisimu dan tidak mendengarkan pasangan, yang merupakan apa yang diinginkan oleh pasangan. Daripada kamu menggunakan frase-frase ini, sebaiknya kamu menggunakan frase seperti, “Ketika kamu melakukan…aku merasa…” atau bahkan, “aku butuh bantuanmu dengan sesuatu yang aku merasa kesulitan.”

“Seharusnya”

Frase-frase yang seperti ini mungkin diucapkan dengan makna yang berbeda-beda, tetapi pada kenyataannya, frase-frase yang seperti ini menjadikan individu harus melakukan, mengatakan, atau merasakan sesuatu. Kata-kata ini menyarankan adanya interaksi yang mengontrol dan menghakimi. Berpikir “seharusnya” tentang pasanganmu, atau jadi yang mendapatkan sebuah “keharusan” menciptakan sebuah mood yang negatif dan bisa sangat menyakiti dalam hubungan apa pun, apa lagi hubungan penuh cinta seperti pernikahan.

“Tenang, dong”

Ada banyak sekali cara yang baik untuk menangani argumen dengan pasanganmu dalam sebuah hubungan pernikahan, tetapi cara yang paling terbukti bisa menghancurkan sebuah hubngan adalah dengan memintanya untuk “tenang saja”. Frase ini membuat pasanganmu meras tidak didengar, tidak dijustifikasi, dan benar-benar jadi diinvalidasi emosi atau perasaannya. Ini mengirim pesan seolah kamu bilang, “Aku nggak apa-apa, tetapi kamu butuh tenang dan santai saja,” atau, “kamu benar-benar sendirian di sini.” Gunakanlah frase yang lebih baik seperti, “Aku bantu kamu dengan ini yuk” atau “Bisa nggak kita mengambil napas sejenak dan memperlambat segalanya?”

“Kenapa kamu nggak..”

Apa pun yang nantinya akan kamu katakan di akhir frase ini akan terdengar seperti kritik dari sebuah masalah yang tidak dilakukan, dipikirka, atau dirasakan oleh pasanganmu. Sebaiknya, kamu membuat sebuah permintaan saja. Misalnya, “aku akan senang sekali kalau kamu bisa bantu aku mencuci piring tiap kamu habis makan, bisakah?”

Semoga pernikahanmu tidak kena masalah hanya akrena frase-frase yang seharusnya bisa dicegah, ya!

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Mau Tahu Seperti Apa Pasangan Kamu Kedepannya Setelah Berumah Tangga? Apakah Bisa Menjadi Seorang Kepala Keluarga Yang Baik?

Sebuah hubungan tentu tak akan pernah selalu lurus