Pingsan terjadi karena otak mengalami penurunan tingkat darah atau oksigen yang tiba-tiba karena penurunan tekanan darah dan laju detak jantung. Sekitar 35 persen orang akan memiliki setidaknya satu episode di sepanjang hidup mereka, baik karena ritme jantung yang abnormal, terlalu panas, atau penyebab-peneybab lainnya. Pingsan bisa terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Pahami gejala pingsan agar kamu segera bisa mengambil tindakan yang tepat ketika hal ini terjadi untuk menghindari luka dan memastikan bahwa sekali pingsan tidak berganti menjadi sesuatu yang gawat darurat.

Apa saja gejala pingsan yang harus kamu waspadai?

Kamu merasa pening atau kepalamu ringan

Jika kamu pernah berdiri terlalu cepat dan merasa kepalamu berputar sementara, kamu berarti mengalami sinkop ringan atau kondisi kehilangan kesadaran sementara. Ini adalah gejala pingsan ringan. Ketika kamu berbaring, darahmu secara rata didistribusikan, dan ketika kamu berdiri, darahmu akan jatuh cepat karena gravitasi. Seiring dengan darah yang berpindah dari otakmu ketika kamu berdiri, tekanan darahmu turun, dan kamu mulai merasa pening. Jika kamu merasakan hal itu ketika kamu tengah berdiri, coba menekan otot di bagian bawah tubuhmu, seperti di betis, sebelum kamu berdiri. Ini akan memompa darahmu kembali ke bagian atas dari tubuhmu, mencegah penurunan tekanan darah begitu kamu bediri.

Kamu melihat bintik-bintik di matamu

Matamu bisa memberikan petunjuk pertama terhadap gejala pingsan. Karena bola matamu mendapatkan tekanan, pembuluh-pembuluh darah tersebut akan kolaps duluan ketika darahmu berpindh ke bawah. Jika kamu mulai melihat bintik-bintik atau flash cerah di matamu, berbaringlah atau duduk dan letakkan kepalamu di antara kedua lututmu. Ini akan mengarahkan aliran darah kembali ke otakmu, selain melindungi kepala dan lehermu jika kamu kehilangan kesadaran.

Kamu mulai merasa kehabisan napas

Sebelum sebagian besar orang pingsan, mereka akan mengalami kesulitan bernapas. Seiring dengan otakmu yang mendeteksi oksigen yang menipis di tubuhmu, tubuhmu akan memicumu sehingga akmu akan bernapas lebih cepat agar bisa menyedot lebih banyak udara yang menyelamatkan tubuhmu. Jikaa kamu mulai hiperventilasi atau kehabisan napas, segera carilah sebuah tempat untuk duduk dan berbaring, tutuplah matamu, dan tempatkan tanganmu di perut. Lalu, fokuslah pada pengambilan napas yang lambat, dalam, dan perluas perutmu seperti balon selagi kamu menarik napas lewat hidungmu dan mengeluarkannya lewat mulutmu. Oksigen tambahan akan menutrisi setiap sel di tubuhmu dan membuat stress otakmu semakin berkurang. Ini akan mengurangi gejala pingsan.

Bibir atau ujung jemarimu bergetar

Seiring dengan alirah darah ke otak yang berkurang, kalsium di aliran darahmu bisa tiba-tiba turun juga. Ketika ini terjadi, kamu mungkin akan merasa kesemutan atau mati rasa di beberapa bagianmu, terutama di area ujung jari tanganmu dan di area sekitar bibir. Ini dikarenakan mineral yang penting berpindah dari area-area tersebut. Jika ini terjadi, segera longgarkan ikat pingganmu, kerahmu, atau segala pakaian yang mengikat dan membuatmu merasa tercekik.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Miliki Tubuh Indah Ala Supermodel Gigi Hadid dengan Tips Diet Berikut Ini

Tubuh indah bak model seolah sudah menjadi standar