Dalam hidup, kita akan bertemu dengan orang-orang yang menyentuh hati kita dengan kesan yang begitu dalam sehingga kita mengijinkan mereka untuk mengisi relung-relung hati. Lalu kita akan saling mengikat janji, menanggalkan kesendirian, berjalan berpasangan. Seiring dengan berlalunya waktu, kita akan menjadi semakin lekat dan merasa mustahil jika harus dipisahkan. Wajar dan alamiah. Sayangnya, terkadang orang yang kita sayangi tidak sebaik sang pangeran dalam impian, membuat hubungan menjadi penuh drama, amarah dan air mata. Seringkali, masalahnya ada pada kedua belah pihak yang harus saling introspeksi. Tapi kadang, sang kekasih benar-benar egois dan manipulatif sehingga kita terjebak dalam sebuah toxic relationship. Berikut adalah tanda-tanda yang harus kamu waspadai jika muncul dalam hubunganmu dengannya.

1. Kamu Harus Selalu Pengertian, Terlalu Pengertian

Kamu mungkin sering membohongi dirimu sendiri dengan membangga-banggakan bahwa kamu sangat rasional, sangat logis, sangat pengertian. Dia lupa balas SMS sampai seminggu? “Ah, mungkin dia sibuk!” Dia telat janjian kencan sampai tiga jam? “Pasti masih ketahan teman-temannya di kantor.” Kemarin sidang skripsi dan sampai sekarang dia belum juga nanya kabar? “Cinta nggak seremeh itu kan?”

Kabar buruk: sebenarnya, standar normalmu terhadap apa itu tingkah laku penuh hormat, ketepatan waktu, perhatian, habis-habisan kamu rendahkan untuk bisa mengertinya. Kamu mengalah terlalu banyak. Apa pun yang dia lakukan, kamu akan maafkan.

2. Responnya Sering Membuatmu Kecewa

Apakah kamu sering mengirim pesan tulus dan hangat padanya, lalu menunggu dengan antisipasi penuh harap untuk mendapat balasan yang tulus dan hangat juga, hanya untuk mendapat balasan seperti “Ya,” “Ok,” atau “lol”? Apakah interaksi-interaksi ini biasanya diikuti dengan perasaan mual di perutmu seperti sedang ditolak?

Jika iya, kamu benar-benar sedang berada dalam hubungan tidak sehat. Yang paling parah, kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan. Perasaanmu tidak bia berbohong, tapi kamu terus-terusan mengabaikannya.

3. Kamu Penuh Alasan (Buat Dia)

Ketika teman-temanmu menanyakan tingkahlakunya yang menurut mereka kurangajar, apakah kamu spontan mencak-mencak dan membelanya habis-habisan? “Itu bukan salahnya kok, dia lagi stress banyak kerjaan,” atau “Dia kaya gitu juga ke semua orang, emang udah sifatnya.”

Alasannya macam-macam, tapi semuanya mengkhianati sebuah kenyataan keras bahwa kamu jauh lebih berinvestasi dalam hubungan itu dibanding dia. Yang kamu lakukan hanya mati-matian menolak keluar dari bangunan bobrok yang mau roboh.

4. Kamu Sering Menyembunyikan Perasaanmu

Wanita memiliki keajaiban kuatnya intuisinya yang seringkali membawa mereka ke jalan yang jauh dari bahaya. Pernahkah kamu terluka oleh kata-katanya dan alih-alih mengkonfrontasinya, malah memilih untuk berusaha positif dan tersenyum? Jika mekanisme pengalihan ini menjadi standar dalam hubunganmu dengannya, namun hanya di sisi kamu saja, maka hubbunganmu dengannya benar-benar tidak sehat.

5. Hubungan Itu Membuatmu Mengkompromikan Nilai-Nilaimu

Menjadi manusia dewasa artinya memiliki kompas moral miliki kita sendiri yang kita gunakan untuk bernavigasi dalam lanskap sosiokultural serta menilai tingkah laku diri kita sendiri dan orang lain. Jika kamu seringkali harus meninggalkan nilai-nilaimu hanya demi menoleransinya, maka interaksimu sehari-hari dengannya benar-benar hanya membawa pengaruh negatif bagimu.

6. Kamu Memprioritaskan Dia Lebih Dari Segalanya

…dan prioritas ini bertepuk sebelah tangan! Tapi selama ini kamu menerimanya, memberikan dia perhatian lebih dan rela melakukan apa pun agar dia senang. Kamu bahkan akan membatalkan janji dengan siapa pun kalau tiba-tiba dia mengajak keluar, atau melukai teman-temanmu jika itu yang dia minta.

Jika tanda-tanda itu muncul dalam hubunganmu, waktunya mundur dan mengevaluasi, apakah tidak sebaiknya kisah kalian berhenti sampai di sini?

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Ini Tanda-Tanda Kamu Pacaran dengan Cowok Nggak Baik yang Tak Bisa Bersyukur

Dunia kencan seringkali aneh. Di satu sisi, ada