Banyak riset yang mendukung sebuah kebenaran sederhana: makan di rumah dan masak sendiri adalah sebuah cara yang ampuh sekaligus terjangkau untuk menyajikan dirimu dan keluargamu makanan bersih yang bisa memberikan metabolisme yang kuat dan sehat. Masak sendiri membuatmu bisa menyisihkan barang-barang aditif dan terproses yang bisa mengacaukan metabolismemu.  Pada akhirnya, ini membuatmu mampu jadi lebih sehat. Dan, bukan hanya itu, berat badanmu pun menjadi jauh lebih terkendali.

Penasaran apa hubungannya masak sendiri dengan berat badanmu?

Masak sendiri membantumu mengontrol kalori tanpa menghitung

Dalam studi baru-baru ini yang mempelejarai lebih dari 18.000 orang, para peneliti dari University of Illinois melaporkan bahwa ketika orang-orang makan di luar, mereka biasanya menghabiskan 190 kalori lebih besar dibandingkan dengan ketika mereka makan di rumah. Selain itu, mereka juga mengonsumsi lebih banyak sodium  dan lemak jenuh. Padahal, kedua bahan tersebut bisa dengan cepat mentorpedo metabolisme tubuh dan membuat berat badan semakin meningkat dengan pesat. Namun, satu hal yang mengejutkan, bahwa ternyata makanan di restoran memiliki kadar lemak yang hampir sama dengan makanan cepat saji.

Di rumah, kamu bisa makan yang mendorong metabolisme

Ternyata, orang-orang yang masak sendiri di rumah cenderung makan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian utuh dibandingkan dengan mereka yang mengandalkan makanan yang terproses, dibungkus pak-pakan, atau makanan yang dibeli di restoran atau intinya tidak dimasak sendiri di rumah. Ini berdasarkan para peneliti dari University of Minnesota yang mengecek kebiasaan makan lebih dari 1.710 orang untuk sebuah studi yang diterbitkan di Journal of American Dietetic Association. Tidak ada cukup waktu adalah alasan utama mengapa orang-orang memilih tidak masak sendiri dan membeli makanan di luar. Padahal, sebenarnya menyiapkan makanan sehat dan baik bagi metabolisme tubuh bukanlah hal yang sulit atau membutuhkan waktu lama.

Otomatis, kamu menjadi lebih langsing

Dalam sebuah studi yang diadakan oleh University of Minnesota, terungkap sebuah fakta yang cukup mengejutkan. Dalam studi tersebut, ditelusuri kebiasaan makan dan kesehatand ari 3.031 orang selama 15 tahun. Dan ternyata, mereka yang mengonsumsi makanan cepat saji dua kali atau lebih dalam seminggu, ternyata berat badannya naik 5 kilogram lebih banyak dibandingkan mereka yang biasa masak sendiri dan jarang-jarang menyambangi restoran cepat saji. Bahkan, dalam sebuah studi yang diadakan oleh universitas yang sama, para wanita yang pergi ke restoran cepat saji satu kali lebih banyak tiap minggunya selama 3 tahun masa studi terbukti mengalami kenaikan berat badan sebanyak 1,6 pon atau 0,8 kilogram.

Nah, terbukti kan bahwa lebih baik kamu selalu masak sendiri saja?

Baca juga Sebelum Sarapan, Lakukan Dulu Hal-Hal Ini Agar Pagi dan Tubuhmu Jadi Lebih Sehat

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Air Es Bisa Turunin Berat Badan? Serius? Gimana Caranya? Ini Dia!

Tubuh yang ideal selalu menjadi dambaan untuk setiap