Di dunia ini tidak ada orang yang tidak pernah berbohong. Entah itu kebohongan untuk usil, kebohongan untuk menutupi kebenaran yang pahit, atau kebohongan untuk murni menipu. Jika kamu menemukan bahwa anak kamu sering berbohong, tentu kamu harus segera mengambil tindakan sebagai orang tua. Tentu kamu tidak ingin anak kamu menjadi pembohong di masa depan, bukan?

Kenalilah alasan-alasan mengapa anak kamu berbohong dan temukan solusinya berikut ini :

  1. Anak-anak tahu bahwa mereka akan dihukum

Sering kali anak-anak berbohong karena mereka tahu jika mereka jujur, mereka akan mendapat hukuman. Mereka berbohong untuk menghindari hukuman. Untuk itu, Cobalah dorong mereka untuk mengatakan yang sebenarnya dan katakan bahwa kamu tidak akan menghukum mereka.

  1. Anak-anak tidak ingin membuat orang tua kesal

Anak-anak kamu sangat menyayangi kamu dan mereka tidak ingin kamu marah. Jika reaksi kamu terhadap kejujuran akan kesalahan anak tidak seram atau ekstrem, maka mereka tidak akan takut untuk menyatakan kejujuran.   

  1. Kadang, anak-anak tidak berbohong tapi mereka berfantasi

Terkadang anak-anak salah mengira bahwa keinginan/fantasi/khayalan adalah kenyataan. Mereka memberi tahu kamu segalanya tentang petualangan mereka yang luar biasa atau meyakinkan semua orang bahwa mereka memiliki teman yang tidak terlihat. Bersikaplah lembut terhadap kebohongan seperti itu karena kebohongan itu akan menghilang seiring berjalannya waktu.

  1. Anak-anak berbohong karena mereka tidak ingat

Ada situasi di mana anak-anak menyatakan kebohongan dan berusaha mempercayai diri mereka sendiri karena mereka tidak ingat kejadian yang sebenarnya.  Jangan takut pada kebohongan seperti itu. Cobalah bersabar dalam menjelaskan tindakan mereka yang salah.

  1. Anak-anak berpikir bahwa berbohong itu sopan

Kadang-kadang anak berpikir bahwa berbohong itu benar. Mereka terlihat senang memakai kaus kaki atau sweter rajutan nenek, meski jauh di lubuk hatinya mereka kecewa dan tidak suka dengan hadiah itu. Ini adalah wujud kebohongan untuk bersikap sopan. Semua terserah kamu, apakah kamu akan membiarkan kebohongan ini atau kamu ingin anak kamu berperilaku dengan cara lain. 

  1. Anak-anak takut dicap sebagai orang jahat

Anak-anak takut mengatakan kebenaran tentang hal buruk yang mereka lakukan karena mereka yakin bahwa ini adalah perilaku seorang penjahat. Anak-anak melihat dan mendengarkan banyak dongeng tentang pahlawan dan orang jahat, sehingga mereka tahu bahwa pahlawan yang mereka dambakan tidak akan berbuat buruk. Itulah mengapa mereka menyembunyikan kesalahan mereka karena tidak ingin dicap sebagai orang jahat. Jelaskanlah kepada anak kamu bahwa tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Bahkan pahlawan pun bisa berbuat salah.  

  1. Orang tua sering berbohong pada anak 

Seorang anak akan cenderung meniru orang tuanya dalam segala hal. Jika orang tua hidup dalam kebohongan, maka anak pun akan mengikuti dan cenderung ikut berbohong. Solusinya cukup mudah, tapi sulit dilakukan : Kamu harus menjadi orang tua yang jujur pada diri sendiri dan orang lain.  

  1. Kamu memperlakukan anak kamu seperti orang bodoh

Jika kamu memperlakukan anak-anak kamu sebagai seseorang yang bodoh, dengan  meneriaki mereka dan selalu menyalahkan mereka atas berbagai hal, maka anak kamu anak menolak untuk mempelajari apa yang baik dan apa yang salah. Ini termasuk bersikap jujur.

Cobalah untuk berkomunikasi pada anak dengan cara memosisikan diri kamu sebagai teman. Buat seolah-olah kamu dan anak adalah orang yang seusia, kemudian jelaskan apa yang salah dan jangan membuat mereka merasa bersalah atas segalanya. Dengan cara ini, anak-anak akan memiliki keinginan untuk bersikap jujur dan terbuka. 

Baca Juga :

Tips Berbicara dengan Anak Remaja

Inilah 5 Contoh Kebohongan Orangtua Yang Sering Dikatakan Kepada Anak, Namun Justru Buruk Dampaknya

7 Hal Aneh Yang Terjadi di Tubuh Wanita

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Terkesan “Baik” Tapi Sebenarnya 5 Benda Ini Berbahaya, Loh

Ketika sudah terbiasa dengan beberapa produk atau barang