Di bagian pertama sudah dibahas mengenai kecenderungans eseorang untuk berfikir menggunakan otak kiri atau kanan. Saat Anda menggunakan otak kanan dan cenderung menyukai hal yang kreatid, maka jangan khawatir karena otak dapat dirubah susunannya dengan menggunakan teknik mindfulness. Lalu, bagaimana kiat selanjutnya untuk menumbuhkan sikap optimis dalam diri?
Mendefinisikan Ulang Optimisme
Kimberly Hershenson seorang pekerja sosial klinis berlisensi memperingatkan kaitan optimisme dengan kebahagiaan. Sebaiknya jangan berasumsi bahwa untuk enjadi optimis Anda harus menolak tantangan hidup. Meskipun kebahagiaan dapat memunculkan rasa optimis, namun keduanya sangat berbeda.
Memiliki pandangan optimis bukan berarti Anda harus memiliki banyak kegembiraan atau semuanya harus berjalan dengan baik. Sebaliknya, optimisme adalah hasil dari keyakinan dan keberhasilan melewati cobaan dan kesulitan
Fokus Pada Apa Yang Dapat Anda Kendalikan
Sangat menggoda untuk merenungkan masa lalu dan membayangkan masa depan yang tidak pasti. Namun, kedua tindakan ini tidak akan membantu Anda untuk mendeskripsikan optimisme. Psikolog merekomendasikan untuk tetap fokus, tenang, dan berfikirlah positif karena masa lalu adalah pembelajaran dan masa depan tidak ada yang tahu.
Fokuslah pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan sekarang. Misalnya Anda tidak mampu mencapai target penjualan Anda, tidak masalah. Hindari terpaku pada hal negatif, lakukan apa yang bisa Anda lakukan saat ini untuk mencapai tujuan Anda.
Luangkan Waktu Untuk Diri Sendiri
Tenangkan pikiran Anda, jangan lupa meluangkan waktu untuk diri sendiri,w alaupun hanya sebentar. Mandilah dengan air hangat agar tubuh rileks, baca bukuf avorit Anda, olahraga, bahkan menonton film favorit dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa optimis dalam diri.
Latih Rasa Syukur
Luangkan juga waktu untuk merenungkan hal-hal positif yang terjadi dalam kehidupan Anda. Jurnal rasa syukur dapat membantu Anda untuk lebih bersikap optimis. Mulai engan menuliskan 3 hal yang Anda syukuri hari ini, lalu renungkan mengapa hal-hal ini patut untuk di syukuri.
Bersikap Baik
Bersikap baik memang tidak mudah, bahkan saat stresss atau berada dalam kondisi tertekan. Namun, belajarlah untuk bersikap baik terhadap sesame. Kebaikan tidak hanya bermanfaat bagi penerima saja, namun juga akan mendapatkan manfaat bagi si pemberi.
Hentikan Pikiran Negatif Sejak Dini
Normal jika muncul pikiran negatif sesekali. Mari kita hadapi kenyataan bahwa hidup terkadang rumit dan terkadang memang tidak berjalan seperti yang kita mau. Ada baiknya untuk menyangkal segala pikiran negatif yang muncul.
Misalnya saja Anda memiliki sakit kanker. Alih alih berfikir umur yang tidak panjang, cobalah melihat banyak penderita kanker yang bisa sembuh setelah berjuang. Jadi jangan menyerah.
Kurangi Berkumpul Dengan Orang-Orang Yang Pesimis
Terakhir tapi seringkali terlupa adalah coba kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang positif. Setiap orang pasti memiliki setidaknya satu teman atau anggota keluarga yang selalu mengeluh mengenai beragam hal.
Sayangnya hal negatif ini bisa saja menular. Anda bisa membatasi komunikasi dengan orang seperti ini. Bukan berarti Anda harus memutuskan komunikasi dan hubungan ya.
Facebook Comments