Setiap orang ingin agar hubungannya bersama pasangan langgeng dan tak terpisahkan. Sayangnya, dalam semua hubungan tidak semuanya berjalan mulus. Terkadang ada konflik yang memang bisa diselesaikan, namun ada konflik yang tidak bisa diselesaikan. Saat ada konflik yang memang tidak bisa diselesaikan terkadang keputusan terbaik yang dapat diambil adalah berpisahbaik itu bercerai atau putus.
Adanya kegagalan dalam menjalin hubungan dan membina tumah tangga tentu bisa membuat seseorang trauma untuk menjali hubungan lagi. Walaupun begitu, ada orang yang masih ingin mencoba untuk mencari seseorang yang tepat, namun kebingungan mulai dari mana.
Menemukan pasangan kembalia dalah hal yang mungkin saja dilakukan, namun ada beberapa kiat dan aturan yang dapat dipahami, diantaranya:
Memperluas Lingkaran Sosial
Seiring bertambahnya usia membuar circle pertemanan kita semakin sempit, sehingga kita tidak akan memiliki banyak rekan. Seringkali Anda akan kesulitan untuk bertemu orang baru. Alih-alih menunggu diperkenalkan oleh teman, ada baiknya Anda memanfaatkan jejaring sosial, aplikasi kencan online, dan lainnya.
Katakan Ya
Sebagai Ibu yang sudah memiliki anak atau seseorang yang eprnah menjalin hubungan, pasti aneh untuk keluar-keluar dan bermain. Tetapi, saat ada kesempatan untuk bergaul katakan YA. Misalnya diajak ke suatu tempat atau menonton pleh teman katakan YA.
Mengubah Penampilan
Saat berpisah, salah satu dukungan yang Anda butuhkan adalah dukungan mental. Mungkin beberapa dari Anda, ada yang emrasa bersalah dan merasa diri Anda adalah penyebab perpisahan Anda. Untuk mengatasinya Anda bisa mengubah penampilan untuk membuat Anda lebih percaya diri. Cobalah membeli beberapa pieces pakaian baru dan mulai berolahraga.
Jadwalkan Waktu Luang
Saat Anda tidak bersama anak-anak atau ada waktu luang, manfaatkan waktu ini untuk bertemu dengan pasangan Anda. Banyak Ibu yang terlalu sibuk, sehingga pasangan baru Anda merasa tidak punya waktu untuk mereka.
Tak harus lama, Anda bisa meluangkan waktu antara 2-3 jam untuk quality time. Selain itu, jangan lupa untuk menjadwalkan waktu relaksasi dan waktu sendirian untuk diri Anda sendiri.
Minta Diperkenalkan
Banyak Ibu tunggal atau wanita lajang yang merasa malu untuk memberi tahu rekan-rekan bahwa mereka lajang dan siap untuk bergaul. Jangan berharap teman And amengatur acara eprkenalan untuk Anda kalau mereka tidak tahu.
Jangan Berkencan Hanya Untuk Mengisi Kekosongan
Umumnya sebuah hubungan berakhir karena adanya kekurangan pada pasangan. Saat ingin menjalin hubungan, tentu Anda ingin menjalin hubungan dengan seseorang yang lebih baik dari mantan Anda. Misalnya saja, pasangan Anda tidak memiliki karir yang sukses, lalu Anda mencari yang sukses. Mungkin hubungan ini akan menarik di awal, tapi kita tidak tahu ke belakangnya. Pastikan Anda mencintai pasangan Anda apa adanya bukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan pasangan Anda
Jauhkan Anak-Anak Dari Pembicaraan
Sebagai Ibu, tentu hidup Anda akan berputar disekitar anak-anak Anda. Namun, saat berkencan topik anak-anak bisa dibicarakan jika memang Anda dan pasangan baru Anda sudah dalam tahap ke jenjang yang lebih serius.
Facebook Comments