Bulan puasa sudah datang, saatnya kita berlomba untuk meraih pahala sebanyak mungkin. Apa yang paling menyegarkan saat berbuka? Tentu mengkonsumsi es menjadi salahs atu pilihan. Banyak sekali menu takjil menggunakan es yang sangat mengggugah selera.

Beberapa orang mungkin memiliki kebaisaan untuk mengunyah es batu. Kebiasaan menggigit atau mengunyah es batu ternyata dapat menimbulkan masalah serius untuk kesehatan. Jika ekbiasaan ini tidak dukruangi, amak bisa terjadi hal-hal buruk, diantaranya:

mostbet

Menutupi Sesuatu Yang Serius

Makan es mungkin terlihat sebagai kegiatan yang sepele, namun kebiasaan ini bsia menjadi salah satu kebiasaan yang kompulsif dan berbahaya. Mengunyah es batu secara kompulsif dapat menjadi pagofagia (kondisi dimana seseorang ingin mengkonsumsi barang-barang non makanan seperti rambut, tanah, lem, atau yang lebih buruk.  

Retaknya Enamel Gigi

Mengunyah es dapat menjadi kebiasaan yang sering dianggap biasa dan bahkan orang yang melakukan kebiasaan ini umumnya tidak menyadari efek dan bahayanya mengunyah es batu.

Gregg Lituchy, DDS, seorang dokter gigi kosmetik dari Lowenberg, Lituchy yang berkantor di New York mengungkapkan mengunyah es dapat menyebabkan keausan pada enamel gigi yang berpotensi menyebabkan retakan pada gigi. Bahkan dalam kondisi parah dapat menyebabkan gigi membutuhkan perawatan saluran akar.

Berisiko Menyebabkan Gigi Sensitif

Selain menyebabkan keretakan dan kerusakan pada enamel gigi, mengunyah es batu beresiko menyebabkan masalah dengan tambalan atau mahkota. Selain itu, beberapa orang melaporkan gigi yang cenderung lebih sensitive saat mengunyah es batu.

Menyebabkan Infeksi Gusi

Lebih lanjut dokter Lituchy mengungkapkan adanya resiko infeksi gusi saat mengunyah es batu. Potongan es yang tajam beresiko menusuk gusi, sehingga menyebabkan masalah atau ifneksi pada gusi. Dokter Lituchy menambahkan, “Jika Anda perlu mengunyah sesuatu, cobalah untuk mengunyah permen karet tanpa gula untuk menjaga nafas tetap segar.

Tanda Kekurangan Mineral

Mengunyah sesuatu yang tidak memiliki kandungan gizi dapat beresiko menjadi tanda terjadinya potensial anemia defisiensi besi. Menurut studi, menngunyah es dapat membantu seseorang dengan anemia untuk tetap waspada. Para peneliti menemukan Adanya peningkatan aliran darah menuju otak saat mengunyah es.

Memiliki Kaitan Dengan Masalah Emosional

Mengunyah es dapat menjadi salah satu tanda adanya gejala stress dan gangguan emosional bahkan adanya gangguan tumbuh kembang pada anak. Jika memang kecemasan ini menjadi masalah, cobalah untuk mengunjungi terapis untuk mendapatkan bantuan.

Mengalami Gejala Gangguan Makan

Kebanyakan orang yang ingin menurunkan berat badan atau diet akan beralih ke es untuk menyibukkan mulut mereka. Masalahnya, es tidak memiliki kandungan nutrisi, sehingga merampas nutrisi dan kalori yang dibutuhkan tubuh. Jika kebiasaan ini diteruskan dapat menyebabkan masalah yang lebih serius.

Menyembunyikan Stress

Beberapa orang memilih untuk mengunyah es batu saat khawatir dengan sesuatu seperti pekerjaan, keuangan, dan lainnya. Bagia sebagia orang kebiasaan ini bisa membantu menghilangkan stress, namun ini bisa menjadi adanya kondisi yang lebih serius. Temukan cara yang lebih sehat untuk melepaskan stres, seperti tips manajemen stres ini.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Diet Dengan Puasa Intermiten: Haruskah Dicoba?

Puasa menjadi salah satu cara popular untuk membantu