Kunci dari hubungan yang sehat adalah komunikasi yang baik. Hal itu sudah tidak dapat diperdebatkan lagi. Namun, jika sudah terlanjur berantem dengan pasangan, terkadang bisa jadi sulit untuk memperbaiki hubungan. Nah, berikut adalah beberapa cara efektif yang bisa kamu gunakan untuk memperbaiki hubungan setelah bertengkar :

  1. Jangan mengulangi kata-kata kamu

Kata-kata yang diulang-ulang dan tidak bermakna dapat menjauhkan pasangan dari kamu. Jika kamu sering mengulang kata-katamu, mereka mungkin akan berhenti mendengarkan kamu. Pasangan kamu mungkin akan kesal dengan kamu dan makin menjauh.

Sebaliknya, meskipun kamu ingin memastikan masalah yang sedang terjadi, cobalah untuk tenang, jangan mengulangi kata-kata kamu dan jangan biarkan kemarahan mendominasi nada suara kamu.

  1. Hindari penggunaan kata yang terdengar menghakimi

Meskipun kamu tidak bermaksud menghakimi, tapi ungkapan sehari-hari ternyata bisa membuat kamu terdengar menghakimi, loh. Itulah sebabnya banyak argumen muncul dan kamu bisa bertengkar dengan pasangan hanya karena ngobrol biasa.

Untuk menghindari penggunaan kata sifat menghakimi, ada baiknya kamu mengungkapkan pernyataan dengan opini. Misalnya, kamu bisa mengganti kata “buruk” dengan kata “aku tidak suka”. Kamu juga bisa mengganti kata “benar” atau “salah” dengan kata “menurutku itu…” atau “menurutku sebaiknya…”. 

  1. Pahami perasaan kamu terlebih dahulu

Sebelum kamu memutuskan sesuatu, atau sebelum kamu marah besar terhadap pasangan, sebaiknya kamu pahami dulu bagaimana perasaan kamu sebenarnya.  Jika kamu menyadari bahwa perasaan kamu yang menggebu-gebu dapat memengaruhi keputusan kamu,  maka temukan cara untuk mengendalikannya.

Kamu bisa lakukan hal-hal berikut :

  • Jalan-jalan sendiri atau ajak anjing kamu jalan-jalan.
  • Dengarkan musik yang menyenangkan.
  • Hubungi teman dan curhat untuk membantu menguraikan masalah kamu. 
  • Latih pernapasan, olahraga, atau meditasi.
  1. Jangan langsung menyimpulkan 

Kita cenderung mengambil kesimpulan sendiri saat menghadapi konflik. Tidak hanya dalam hal hubungan dengan pasangan, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari. Kebiasaan mengambil kesimpulan sendiri akan mengganggu hubungan kamu dan bahkan bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental kamu. Lakukan beberapa langkah sederhana ini untuk menenangkan diri dan menyelesaikan masalah : 

  • Pikirkan kembali tentang situasi di mana kamu pernah mengambil kesimpulan yang salah dan bagaimana dampaknya.
  • Lihat dengan lebih dekat dan cobalah untuk menganalisis potongan-potongan gambaran masalah yang lebih besar terlebih dahulu.
  • Pertimbangkan opsi lain untuk mengubah penilaian kamu terhadap situasi.
  1. Pastikan kamu tidak berperilaku narsistik

Kecenderungan narsistik akan membuat kamu mengatakan hal-hal seperti, “Akulah yang paling tahu” atau “Aku tidak mungkin salah”, dsb. Perilaku narsistik adalah perilaku di mana kamu merasa bahwa sudut pandang orang lain tidak layak untuk didengarkan. Hal ini dapat menimbulkan konflik, dan bahkan dapat merusak hubungan kamu. 

Jadi, alih-alih bereaksi dengan narsistik, kamu harus mempertimbangkan untuk melakukan hal berikut :

  • Bersikaplah terbuka terhadap berbagai kemungkinan.
  • Terima tanggapan dari siapa pun, bukan hanya pasangan kamu, tapi juga teman dan keluarga, sehingga kamu dapat mengevaluasi perilaku kamu.
  • Berhenti sejenak, berpikir, kemudian barulah kamu bisa menanggapi situasi dengan tenang. 
  1. Jangan menggurui pasangan kamu

Jika kamu berbicara dengan gaya yang terdengar menggurui, kamu mungkin akan membuat pasangan kamu menjadi tidak mendengarkan kamu. Ini bisa membuat kamu merasa diabaikan dan tidak didengar, dan pasangan kamu mungkin akan terlihat seperti anak kecil. Menjadi “bos”, “guru”, atau “profesor” dalam hubungan dengan pasangan tidak akan membantu kamu sama sekali. Itu hanya akan memunculkan kebencian.

Coba tanya pada diri kamu sendiri, kamu pasti juga tidak nyaman dan merasa kesal kan jika ada orang yang menggurui kamu? 

Baca Juga :

Berantem Itu Biasa, Tapi Lakukan Hal Ini Sesudahnya

Berantem secara Produktif dengan Pasangan? Bisa Kok, Begini Caranya

Pacaran dengan Cowok yang Sangat Berbeda dengan Kamu? Bisa Kok Bahagia Tanpa Berantem

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Tips Menghadapi dan Menerima Fisik Diri Sendiri dan Pasangan

Lebih dari 50% remaja yang berusia sekitar 17