Gula menjadi salah satu bahan tambahan pangan yang serat dalam kehidupan kita. Sayangnya, terlalu banyak engkonsumsi gula dapat beresiko buruk bagi kesehatan. Selain dibersikan dalam masakan sehari-hari, ternyata entah kita sadari atau tidak kandungan gula juga banyak ditemukan dalam makanan kemasan yang sering kita beli sehari-hari.

Pada bagian pertama sudah kita  bahas mengenai bagaimana cara pintar produsen makanan atau minuman menyembunyikan kandungan gula dalam produk mereka. Di bagian kedua ini amri kita lanjutkan.

Mengganti Sukrosa Dengan Gula Sehat

Beberapa perusahaan makanan mengganti gula dengan alternatif pemanis yang dianggap sehat untuk membuat produk mereka tidak berbahaya. Biasanya pemanis alami terbuat dari bahan alami seperti bunga, buah, dan tanaman. Salah satu contohnya adalah nektar agave.

Produk dengan pemanis ini seingkali diberikan label “Tidak mengandung tambahangula rafinasi” atau “bebas gula rafinasi” yang artinya produk tersebut tidak mengandung gula putih. Gula ini mungkin nampak lebih sehat karena Indeks Glikemiknya jauh lebih rendah jika dibandingkan gula biasa.

Sayangnya gula ini biasanya hanya mampu memberikan nutrisi yang rendan dan gula yang tidak dimurnikan tetap saja gula tambahan. Saat ini belum ada penelitian atau bukti yang menunjukkan bahwa mengganti gula dengan bentuk gula yang lain akan mendatangkan manfaat. Jika Anda memilih gula tambahan ini, ingatlah bahwa ini tetap gula yang sebaiknya dikonsumsi secukupnya saja.

Menggabungkan Gula Alami dan Tambahan 

Makanan tertentu seperti buah dan sayur sudah memiliki kandungan gula alami, sehingga tidak akan menimbulkan masalah Kesehatan. Sayangnya, gula alami ini cenderung sulit dikonsumsi dalam jumlah besar.

Kandungan serat dan antioksidan dalam buah serta sayur dapat mengurangi peningkatan gula darah. Serat dalam buah dan sayur juga cukup mengenyangkan sehingga sulit untuk dikonsumsi berlebihan.

Satu hal yang eprlu diingat adalah label makanan tidak membedakan gula alami maupun tambahan, karena mereka mencantumkannya dalam satu jumlah. Inilah yang membuat kosumen sebenarnya kebingungan membedakan berapa banyak kandungan gula alami dan gula tambahans alams atu produk.

Menambahkan Klaim Kesehatan

Tidak mudah untuk menemukan produk mana yang sehat dan kurang sehat. Untuk menarik minat pembeli tak jarang produsen menempelkan klaim eksehatan pada produknya dan menciptakan image seolah-olah produknya sehat, padahal produk tersebut memiliki kandungan gula tambahan.

Label yang paling sering kita temukan diantaranya ‘Alami”, “Rendah gula”, “Bebas lemak”, dan label lainnya. Sebaiknya jangan tergiur dengan klaim-klaim ini dan bacalah label dengan saksama karena bisa jadi produk ini masih memiliki kandungan gula.

Mengurangi Porsi

Industri makanan umumnya akan membuat ukuran porsi yang terbilang kecil untuk mengelabui persepsi tentang gula yang masuk ke dalam tubuh. Satu produk seperti pizza mini dan sebotol kecil soda mungkin terdiri dari beberapa porsi. Walaupun jumlah gula dalam satu porsinya lebih rendah, namun umumnya Anda akan mengkonsumsi lebih dari 1 produk dalam sekali duduk

Membuat Versi Manis Dari Produk Rendah Gula

Beberapa makanan favorit Anda mungkin dikemas dengan rendah gula. Sayangnya produsen terkadang memanfaatkan merk yang sudah terkenal dengan membuat produk yang memiliki kandungan gula lebih tinggi.

Hal ini cukup umum terjadi, misalnya pada sereal sarapan. Misalnya sereal gandum utuh yang  rendah gula mungkin muncul dengan versi rasa berbeda dengan kandungan gula lebih tinggi. Hal ini dapat membingungkan pembeli. Kuncinya pastikan Anda memeriksa labelnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Mengenal Pentingnya Toner Dalam Rutinitas Perawatan Kulit Anda

Siapa dari Anda yang rajin merawat kulit? Beberapa