Puasa menjadi salah satu cara popular untuk membantu menurunkan berat badan. Namun, apakah puasa ini aman untuk dilakukan? Puasa, terutama puasa intermiten menjadi metode popular karena dianggap mampu memberikan manfaat dan kemudahan untuk menurunkan berat badan.
Puasa sendiri sebenarnya telah dilakukan sejak dahulu. Selain itu, puasa juga kerap dilakukan dengan alasan keagamaan. Sebut saja puasa Ramadhan bagi umat muslim dan puasa lain yang dilakukan oleh agama lainnya.
Mengenal Puasa Intermiten
Puasa intemiten banyak dipilih karena membuat pelakunya memiliki jangka waktu tertentu dimana Anda memiliki waktu makan lebih lama dibandingkan Anda tidak makan. Selama memasuki waktu makan (jendela makan terbuka), Anda bsia makan seperti biasa, namun setelah jam makan selesai, Anda harus membatasi kalori atau bahkan tidak mengkonsumsi apapun.
Ada beberapa pendekatan saat seseorang melakukan puasa intermiten yang dapat disesuaikan dengan gaya hidup Anda. Anda bisa mencoba berpuasa dahulu selama beberapa minggu sebelum menentukan apakah puasa intermitten ini akan berhasil atau tidak.
Mengenal Metode Puasa Intermiten
Sebelum memutuskan untuk melakukan puasa intermiten, ada baiknya Anda mengetahui metode puasa intmiten yang dapat Anda pilih dan sesuaikan dengan tubuh serta keperluan Anda, diantaranya
Metode 16/8: Cara ini menjadi salah satu cara yang mudah untuk diikuti. Seseorang akan berpuasa selama 16 jam, lalu 8 jam untuk makan. Misalnya saja Anda akan makan selama jam 12 siang sampai jam 8 malam, selanjutnya jam 8 malam hingga jam 12 siang selanjutnya Anda dapat mengurangi kalori yang masuk (hanya mengkonsumsi air putih, air lemon, ai teh, dan lainnya) atau bahkan berpuasa.
Metode 5:2: Metode ini lebih dikenal dengan puasa selang sehari. Di 5 hari Anda bisa mengkonsumsi makanan dan makan seperti biasa, selanjutnya di 2 hari Anda bisa berpuasa baik berpuasa 24 jam atau hanya membatasi kalori antara 500-600 kalori saja per harinya. Pilihlah 2 hari untuk berpuasa atau membatasi kalori, misalnya hari Senin Kamis.
Eat-Stop-Eat: Sebenarnya metode ini hampir sama dengan metode 5:2, hanya saja Anda tidak mengkonsumsi apapun dalam waktu 24 jam selama 2 hari tidak berurutan.
Warriors Diet: Metode ini sedikit lebih rumit karena Anda akan memadatkan jadwal makan Anda selama 4 jam, selebihnya Anda harus berpuasa selama 20 jam. Ada baiknya Anda berkonsultasi dahulu dengan ahli gizi atau dokter Anda.
Kondisi Tubuh Saat Melakukan Puasa Intermiten
Beberapa penelitian telah dilakukan terkait puasa intermiten ini dan hasilnya pausa intermiten akan memberikan manfaat karena adanya reaksi kimia dan homonal karena tubuh tidak dapat menggunakan makanan sebagai bahan bakarnya. Apa saja yang terjadi?
Meningkatnya homon pertumbuhan manusia : dengan kadar hormon pertumbuhan yang lebih banyak, akan terjadi pembakaran lemak yang lebih banyak dan peningkatan massa otot.
Sensitivitas insulin yang lebih baik: Hsil penelitian menunjukkan kadar insulin yang lebih rendah pada seseorang yang berpuasa dan rendahnya insulin akan memungkinkan cadangan lemak yang tersimpan untuk digunakan sebaga energi, sehingga berat badan akan turun.
Perbaikan sel: Selama puasa intermiten dilakukan, sel akan memasuki proses autofagi (hilangnya tumpukan protein dan komponen sel yang rusak atau mati)
Facebook Comments