Usia adalah faktor terbesar yang mempengaruhi peluang wanita untuk hamil dan memiliki bayi yang sehat. Kesuburan wanita akan menurun saat usia menjelang 30 an. Selain kesuburan yang menurun kehamilan di usia ini juga beresiko menimbulkan komplikasi.

Penurunan kesuburan pada pria lebih halus, namun saat sudah memasuki usia 45 tahun, maka waktu yang dibutuhkan pasangan wanita akan lebih lama. Selain itu pasangan wanita juga beresiko keguguran, hingga resiko gangguan mental dan perkembangan anak.

mostbet

Usia dan kesuburan wanita

Seorang wanita dilahirkan dengan sel telur yang akan dihasilkan sepanjang hidupnya. Sayangnya, kualitas sel telur yang dihasilkan juga akan mengalami penurunan seiring betambahnya usia. Usia menjadi salah satu faktor penentu kesuburanw anita. Walaupun kesehatan juga emmpengaruhi kesuburan wanita, namun usia juga memegang peranan penting.

Menginjak usia awal hingga pertengahan 20 an, wanita memiliki peluang untuk hami antara 25-30%. Menjelang usia 30 an, maka kesuburan akan menurun. Penurunan akan semakin cepat saat usia menuju 35 tahun. Menjelang 40 tahun peluang untuk hamil juga akan semakin menurun. 

Usia wanita dan IVF

Ada yang beranggapan bahwa seseorang yang melakukan IVF akan berpeluang tinggi untuk hamil, padahal kenyatannya tidak. Keberhasilan IVF juga sangat dipengaruhi oleh usia pasien. Di Australia sendiri peluang kelahiran dari siklus IVF lengkap adalah:

Di Australia, peluang kelahiran hidup dari satu siklus IVF lengkap (yang mencakup semua transfer embrio segar dan beku-cair setelah satu stimulasi ovarium) adalah sekitar:

wanita berusia 30 hingga 34 tahun memiliki tingkat keberhasilan 43%

wanita berusia 35 hingga 39 tahun memiliki tingkat keberhasilan 31%

wanita berusia 40 hingga 44 tahun memiliki tingkat keberhasilan 11%

Untuk wanita yang berusia lebih tua, peluang keberhasilannya akan semakin tinggi saat mereka menggunakan sel telur yang disumbangkan dari wanita yang bersuia jauh lebih muda.

Usia wanita dan komplikasi kehamilan

Seiring bertambahnya usia, resiko kehamilan juga akan meningkat. Resiko ini seperti keguguran dan kelinan kromosom saat seseorang hamil di usia 35 tahun. 

Hamil di usia yang tidak muda juga membuat wanita beresiko mengalami komplikasi seperti diabetes gestasional, plasenta previa (kondisi plasenta menutupi seluruh atau sebagian serviks, yang meningkatkan risiko plasenta terlepas), operasi caesar, dan lahir mati.

Ada beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi kesuburan seperti endometriosis dan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Usia Pria dan Kesuburan

Walaupun pengaruh usia terhadap kesuburan telah banyak diteliti dan diketahui sejak lama, namun penelitian yang baru menemukan bahwa usia pria juga mempengaruhi peluang dan kesehatan saat masa kehamilan 

Kesuburan pria umumnya akan mengalami penurunan menejlang usia 40-45 tahun, karena di usia inilah kualitas sperma juga akan mengalami penurunan. Peluang wanita untuk hamil juga akan lebih lama jika pasangan prianya berusia jauh lebih tua.

Anak-anak yang lahir dari ayah yang berusia lebih tua juga beresiko mengalami masalah kesehatan mental (walaupun kasus ini sangat jarang terjadi). Anak-anak dari ayah berusia 40 tahun ke atas 5 kali lebih mungkin mengalami gangguan spektrum autisme daripada anak-anak yang lahir dari ayah berusia 30 tahun atau kurang.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Diet Dengan Puasa Intermiten: Haruskah Dicoba?

Puasa menjadi salah satu cara popular untuk membantu