Microwave menjadi salahs atu peralatan rumah tangga yang praktis, namun ternyata tidak semua bahan dapat dimasukkan ke dalam microwave ini. Beberapa bahan bahkan berpotensi membahayakan diri sendiri. Sebagai pemilik mincrwave, yuk ketahui bahan-bahan apa saja yang tidak boleh dimasukkan ke dalam microwave, diantaranya:
Telur
Ingin masak telur dan merebusnya menggunakan bantuan microwave? Ada baiknya Anda berhenti untuk melakukam hal ini. Merebus telur menggunakan microwave tidak disarankan karena panas cepat yang dihasilkan oleh microwave dapat menciptakan banyak uap didalam telur, sehingga telur beresiko meledak.
Daging
Daging adalah salah satu bahan makanan yang seringkali disimpan dalam freezer. Salah satu cara untuk mencairkan daging ini adalah dengan mengeluarkannya dari dalam lemari es, namun ada beberapa orang yang tidak sabar dan memilih menggunakan microwave untuk mencairkannya.
Cara terbaik untuk mencairkan daging adalah dengan mengeluarkannya dari dari dalam lemari es. Hindari menggunakan microwave. Saat ingin memasak daging sebaiknya masak menggunakan panic atau wajan. Memasak menggunakan microwave, terlebih jika microwave Anda bukan tipe yang memutar dapat menyebabkan distribusi panas yang tidak merata, sehingga ebresiko menyebabkan daging tidak matang sempurna dan menjadi tempat tumbuhnya bakteri.
ASI (Air Susu Ibu)
Bagaimana cara memanaskan ASI dengan baik dan benar? Salah satu caranya adalah tidak menggunakan microwave. Microwave dengan titik panas tidak merata ini dapat menyebabka panas menyengat pada mulut bayi. Penelitian lain bahkan menemukan hancurnya beberapa protein yang berperan baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi saat ASI dipanaskan menggunakan microwave.
Cara terbaik untuk memanaskan microwave adalah dengan memanaskan secangkir air, lalu letakkan sebotol ASI di dalam cangkir hingga mencapai suhu ruangan.
Wadah Makanan Plastik
Beberapa wadah makanan memang kurang ramah untuk dipanaskan dalam microwave. Bahkan ada label tersendiri untuk wadah makanan yang dapat di microwave. Ada baiknya pindahkan dulu makanan yang akan di panaskan ke dalam wadah tahan panas yang memang di khususkan untuk penggunaan microwave.
Hal ini berguna untuk menghindari bahaya kebakaran dan menghindari penggunaan produk dengan cara yang salah. Tapi ada baiknya Anda menggunakan piring kaca atau keramik dibandingkan menggunakan plastik, karena banyak plastik mengandung bahan kimia mirip estrogen (BPA adalah salah satunya yang terkenal). Kandungan BPA ini dapat mersap dan berpindah ke dalam makanan yang dipanaskan. Bahkan produk yang diberi label “bebas BPA” pun melepaskan bahan kimia mirip estrogen.
Wadah Styrofoam
Selain plastic, Styrofoam juga dapat melepaskan bahan kimia berbahaya kedalam makanan saat dipanaskan. Sebagai gantinya, gunakan piring kaca atau bahan yang benar-benar aman untuk microwave.
Jangan Tertipu Label “Aman untuk Microwave”
Saat ini banyak sekali produsen piring atau wadah yang memberikan label “Aman Untuk Microwave”. Walaupun sudah berlabel aman, nampaknya Anda tetap perlu mengecek bahan yang digunakan dan juga ketahanan bahannya saat digunakan dalam Microwave.MUngkin Anda pernah terbakar karena terlalu panas saat menyentuh bahan tersebut.
Meskipun produsen mungkin mengatakan aman untuk dipanaskan di microwave, jika Anda belum pernah menggunakannya sebelumnya, cobalah untuk memanaskan air atau makanan Anda di atas kompor lalu pindahkan ke mangkuk, piring, atau cangkir.
Facebook Comments