Lihat wajah Anda, nampaknya kerutan mulai terlihat. Apa metode yang biasanya digunakan untuk membantu mengurangi kerutan ini? Salah satunya adalah botox. Namun, sebelum memutuskan untuk melakukan botox ini ada baiknya Anda mengetahui dahulu penggunaan botox dan kemungkinan efek sampingnya.

Jika Dilakukan Dengan Benar Oleh Tenaga Ahli, Botox Aman Dilakukan

mostbet

Botox umumnya dilakukan dengan menyuntikkan cairan ke area dahi dan alis. Mungkin terdengar menakutkan, namun penggunaan botox ini sudah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Metode suntik botox juga sudah menjadi prosedur umum yang banyak dimintai.

Botox mungkin lebih dikenal untuk alasan kosmetik, namun dari sisi medis botox juga digunakan untuk membantu meringankan sejumlah masalah kesehatan. Jill S. Waibel, MD, dokter kulit di daerah Miami mengungkapkan bahwa FDA menyetujui penggunaan botox pada tahu 1989 untuk mengobati blefarospasme kelopak mata, dan saat ini botox juga digunakan untuk  membantu mengatasi ratusan kondisi medis, seperti hiperhidrosis (keringat berlebihan) atau migrain kronis

Waibel juga menambahkan penggunaan botox mulai disetujui untuk tujuan ksometik pada tahun 2002. Setelah disetujui, mulai banyak orang yang berminat untuk melakukan prosedur ini. Namun ada baiknya prosedur botox ii dilakukan oleh dokter kulit bersertifikat atau ahli bedah plastik.

Tidak Ada Usia Tepat Untuk Tindakan Botox

Saat ini banyak sekali anak-anak muda yang mulai melakukan prosedur botox sebagai pencegahan sebelum kerutan mulai muncul. Inilah penyebabnya mengaap dokter kulit tidak memilii rekomendasi usia terbaik untuk melakukan prosedur botox ini.

Umumnya seseorang akan melakukan tindakan botox saat kerutan mulai terlihat. Biasanya kerutan akan terlihat jelas saat Anda meyatukan alis atau mengerutkan kening. Silahkan segera berkonsultasi saat kerutan ini mulai nampak.

Botox Tidak Akan Membuat Wajah Kaku Jika Dilakukan Dengan Benar

Beberapa kritikus mengatakan efek samping botox yang cenderung membuat wajah nampak kaku dan tidak bisa berekspresi. Meskipun banyak yang mengatakan gerakan Anda akan terbatas, namun botox bisa tetap membuat Anda berekspresi dengan baik. Dr Weibel menambahkan, “Botox akan merelaksasi otot-otot pada wajah yang membentuk kerutan, baik itu di dahi maupun sekitar alis.  Botox juga tidak akan memengaruhi otot-otot wajah lain yang digunakan untuk ekspresi wajah secara keseluruhan.”

Botox Tidak Menghilangkan Seluruh Kerutan

Apa ekspektasi yang Anda harapkan dari pengalaman botox ini? Kerutan yang menghilang secara sempurna? Dr Weibel mengatakan, “Botox tidak menghilangkan semua kerutan di wajah Anda, namun ia menghilangkan kerutan yang disebabkan oleh ekspresi dengan merelaksasi otot”

Saat kerutan mengganggu penampilan, Anda bisa mencoba berkomunikasi dengan dokter Anda tentan perawatan laser yang membantu mengurangi ekrutan, namun Anda bisa mengurangi ekrutan secara alami.

Botox Sebenarnya Adalah Nama Merek

Botox sebenarnya adalah cairan Neurotoxin yang disuntikkan ke dalam tubuh. Botox menjadi salah satu merk cairan Neurotoxin yang ada di pasaran. Mek lain yang disetujui FDA adalah Dysport (disetujui FDA tahun 2009) dan Jeuveau (disetujui FDA pada tahun 2019). Semuanya berasal dari strain bakteri yang sama, oleh karena itu cara kerjanya pada dasarnya sama.

Meskipun mungkin yang paling terkenal, Botox hanyalah salah satu jenis neurotoksin di pasaran. Neurotoksin lainnya adalah Dysport, yang disetujui FDA pada tahun 2009, dan Jeuveau, yang disetujui FDA pada tahun 2019. “Semuanya berasal dari strain bakteri yang sama, oleh karena itu cara kerjanya pada dasarnya sama,” jelas Z. Paul Lorenc, MD, seorang ahli bedah plastik estetika bersertifikat di Manhattan. “Ada “Ada beberapa perbedaan halus antara ketiganya,” tambahnya. Xeomin adalah neurotoksin murni, juga disebut “molekul telanjang,” karena tidak mengandung protein permukaan tambahan, seperti halnya Botox dan Dysport. Neurotoksin “murni” ini bermigrasi lebih dalam ke kulit, bekerja lebih cepat, dan berpotensi menimbulkan risiko reaksi alergi yang lebih rendah. “Secara teoritis, mengurangi beban protein juga mengurangi kemungkinan menjadi non-responden, artinya mengurangi kemungkinan pasien menjadi kebal terhadap neuromodulator yang disuntikkan,” kata Dr. Lorenc. Dysport cenderung menyebar sedikit lebih luas daripada Botox, jadi bagus untuk area yang biasanya membutuhkan beberapa suntikan. Efeknya juga lebih cepat terasa daripada dua lainnya, biasanya menunjukkan efek setelah dua hingga tiga hari dibandingkan dengan tujuh hingga sepuluh hari dengan Botox, dan lima hingga enam hari dengan Xeomin. Setelah Anda mencoba berbagai neurotoksin, Anda mungkin memutuskan bahwa Anda lebih menyukai satu merek daripada yang lain.

(Gambar: seorang wanita muda Afrika berkulit hitam sedang menjalani suntikan peremajaan wajah. Dokter yang menggunakan jarum suntik botox)

Getty Gambar

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

5 Kebiasaan Kecil Yang Membuat Pagi Hari Lebih Efektif

Setiap malam saat menyetel alarm, tentu kita berambisi