Indonesia merupakan lingkungan yang tropis dan rentan membuat kulit terbakar matahari. Matahari dapat memberikan efek pada kulit saat terbakar matahari, mulai dari kulit kering, mengelupas, rasa perih dan panas.
Gejala yang ditunjukkan kulit saat terbakar matahari ini sebenarnya dapat hilang dengan sendirinya, namun ada beberapa kebiasaan yang jutsru dapat memperparah gejala yang muncul ini. Karena itu, cobalah untuk menghindari kebiasaan buruk ini.
Mengenakan Pakaian Ketat
Shereene Idriss, MD, seorang dokter kulit di Union Square Laser Dermatology di New York menyarankan Anda untuk menggunakan pakaian yang sedikit longgar agar kulit tetap bisa bernafas setelah terbakar matahari.
Kemerahan dan peradangan terjadi akibat adanya aliran darah ke area tubuh untuk merespon tauma, sehingga mengenakan pakaian ketat justru beresiko menyebabkan terjadinya pembengkakan dan melepuhnya kulit. Solusinya Anda dapat menghindari sinar matahri atau menggunakan tabir surya.
Gunakan Lidah Buaya Dengan Petroleum Jelly
Lidah buaya memiliki sifat anti inflamasi yang baik untuk kulit Anda setelah terbakar matahari. Bahkan lidah buaya memiliki banyak kegunaan yang mungkin saja belum Anda tahu. Hindari juga produk dengan kandungan benzocaine atau lidocaine karena beresiko mengiritasi kulit.
Minum Air
Jangan lupa untuk minum air dalam jumlah yang cukup. Mungkin sulit untuk memenuhi jumlah air yang dibutuhkan, namun sebenarnya ada beberapa cara untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Luka bakar adalah luka yang timbul dan akan menyerap cairan untuk sembuh. Jadi, pastikan Anda minum cukup air.
Menutupinya Dengan Makeup
Salah satu hal yang sebaiknya tidak dilakukan setelah terbakar matahari adalah menutupinya dengan riasan. Luka bakar sebenarnya akan sembuh secara perlahan jika Anda membiarkan kulit Anda bernafas.
Mengaplikasikan riasan menggunakan media spons justru bereko membuat kulit mengalami infeksi bahkan reaksi alergi yang hanya akan membuat semuanya memburuk. Hal yang bisa dilakukana dalah menerima luka bakar tersebut lalu merawatnya, namun lebih baik mencegah sejak awal agar kulit tidak terbakar.
Mengelupas Kulit
Umumnya kulit yang terbakar akan mengalami pengelupasan dan dalam prosesnya biasanya seseorang akan tidaks abar dan justru mengelupas si kulit tersebut. Kebiasan ini harus dihilangkan karena akan membuat kulit semakin memburuk. Kulit yang mengelupas tandanya sedang menyembuhkan diri dan sebaiknya Anda tidak mengganggu proses tersebut. Biarkan ia mengelupas secara alami.
Memecahkan Kulit Yang Melepuh
Kulit yang terbakar sinar matahari juga bisa melepuh. Kulit yang melepuh ini ada baiknya juga tidak dipecahkan sama seperti kulit yang mengelupas. Gelembung ini ternyata berguna untuk mmelindungi luka. Jika memang melepuh, Anda bisa mengoleskan gel aloe vera tanpa aroma. Tahan keinginan untuk memecahkannya.
Eksfoliasi
Setelah kemerahan umumnya banyak orang yang justru melakukan eksfoliasi demi mengagkan sel kulit mati yang mengelupas, namun kebiasaan ini justru beresiko. Produk eksfoliasi umumnya memiliki kandungan asam glikolat,a sams alisilat, dan retinoid yang justru merusak kulit. Saat kondisi terbakar. Jika ingin mengeksfoliasi, tunggulan setidaknya 3 hari setelah kulit benar-benar mengelupas.
Facebook Comments