Di jaman yang semakin modern dan semakin muda usia seseorang, semakin sering juga seseorang akan menganalkan pesan teks untuk berkomunikasi. Banyak hal telah ebrubah dan bahkan seseorang cenderung merasa panik saat menerima panggilan telepon.

Hal ini terjadi karena adanya masalah kecemasan yang dialami oleh separuh populasi GenZ, sehingga dirasa wajar jika panggilan telepon dapat menjadi pemicu stress. Namun, sebenarnya apnggilan telepon ini juga memiliki perannya tersendiri. Yang penting Anda tahu kapan saatnya menelepon dan kapan sebaiknya pembiacaraan ini hanya dilakukan melalui pesan teks.

Kapan Saatnya Panggilan Telepon Dilakukan?

Panggilan telepon dapat dilakukan saat harus membahas hal-hal sensitif dan mendetail. Panggilan telepon akan lebih tepat dilakukan saat membahas konflik untuk meminimalisir resiko terjadinya kesalahpahaman, karena mendengar suara seseorang secara langsung dan mendapatkan perhatian penuh untuk membantu membangun dan memperdalam ikatan. Beberapa situasi yang tidak cocok dibicarakan melalui pesan teks diantaranya adalah:

  1. Percakapan yang harus melibatkan emosi.
  2. Adanya konflik.
  3. Penyampaian permintaan maaf.
  4. Perubahan status dalam hubungan.
  5. Penyampaian peristiwa yang tragis.

Mungkin Anda masih bingung untuk membedakannya, namun pikirkan percakapan yang membutuhkan naa bicara, suasana, dan kehadiran nyata. Suara memiliki kekuatan untuk menyampaikan kehangatan dan ketulusan seseorang yang sulit didapatkan saat berkomunikasi melalui teks.

Paling mudah, jika percakapan yang dilakukan beresiko menyakiti hati seseorang, Anda sebaiknya memilih untuk melakukan panggilan telepon, jika memang orang yang Anda hubungi kurang suka melakukan panggilan telepon, Anda bisa ijin terlebih dahulu untuk menelepon.

Kiat Mengirim pesan Teks Dengan Lebih Efektif

Pernahkan Anda merasa kecewa saat seseorang hanya merespon Anda dengan kata singkat, misalnya saja “Ok”, atau “Ya” saja? Sebenarnya ada aturan tidak tertulis dalam berkirim pesan agar oranglain merasa dihargai dan tidak tersinggung atau kecewa.

Buatlah keseimbangan pesan, sehingga pesan yang terkirim tidak terlalu singkat dan tidak terlalu panjang lebar. Pesan teks yang baik adalah pesan yang singkat, namun isinya padat. Hindari mengirim pesan saat suasana hati sedang buruk atau emosi meluap. 

Gunakan emoji jika memang dibutuhkan. Emoji ternyata dapat memegang peranan penting dalam berkirim pesan. Emoji dapat digunakan untuk melembutkan untuk melembutkan atau memperjelas nada bicara, namun bukan untuk menghindari rasa tidak nyaman. Penggunaan emoji dapat membuat suasana tegang menjadi lebih cair dan dapat membantu memperhalus penyampaian kabar buruk.

Berhati-hatilah, karena pesan teks ini tidak memiliki nada suara, sehingga seringkali orang tidak mampu membedakan apakah orang ini sedang bersikap sarkastis atau bercanda. Jika ada kemungkinan pesan ini disalahartikan, sebaiknya hindari sama sekali.

Kapan Harus Menelepon

Percakapan mungkin bermula melalui pesan teks, namun mungkin ada beberapa momen dimana percakapan ini sebaiknya dilanjutkan melalui telepon. Bagaimana cara mengetahui kalau percakapan ini harus dilanjutkan melalui telepon?

Jika memang percakapannya terlalu panjang, ada baiknya Anda membicarakannya melalui telepon. Jika akan membicarakan hal-hal yang menceritakan kisah mendetail, Anda juga bisa membicarakannya melalui telepon.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

3 Area Yang Diam-Diam Muncul Kerutan Lebih Cepat Dibandinkan Area Lainnya (Bagian I)

Kerutan adalah hal yang pasti muncul. Kerutan menjadi