Walaupun beberapa dari Anda mungkin melewatkan sarapan karena beranggapan bahwa sarapan dapat membuat lingkar pinggang bertambah, namun ternyata hal ini tidak sesederhana itu. Melewatkan sarapan sama saja membuat Anda terlewat akan nutrisi yang dibutuhkan. Selain itu juga ada beberapa dampak negatif kesehatan yang dapat terjadi, diantaranya:
Beresiko Menaikkan Berat Badan
Bagi Anda yang sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, mungkin melewatkan sarapan membuat Anda beranggapan Anda makan lebih sedikit, padahal belum tentu seperti itu. Evaluasi efek sarapan yang dilakukan tahun 2016 menemukan bahwa peserta yang melewatkan sarapan cenderung mengkonsumsi kalori dengan jumlah lebih lebih banyak di kemudian hari untuk menggantinya. Penelitian lain juga menemukan bahwa melewatkan sarapan juga dapat menyebabkan seseorang beresiko mengalami kelebihan berat badan (obesitas).
Menimbulkan Rasa Ingin Makan
Melewatkan makan dapat menyebabkan seseorang terobsesi terhadap makanan padat kalori. Desiree Nielsen, R.D., seorang ahli diet dan penulis buku Good for Your Gut melihat adanya pola makan dan diet pada seseorang yang ingin menurunkan berat badan atau tidak. Umumnya seseorang akan melewatkan sarapan, lalu makan sedikit saat siang, namun makan sepanjang malam. Kebiasaan ini tentu beresiko menyebabkan masalah pencernaan dan rendahnya energi sepanjang hari. Belum lagi hal ini menyebabkan masalah tidur.
Alih alih sarapan dengan menu yang seimbang, melewatkan sarapan dapat meningkatkan rasa lapar. Melewatkan sarapan juga beresiko menyebabkan terganggunya hormon dan sebuah studi juga menemukan adanya peningkatan hormon GLP-1 dan PYY yang bertanggung jawab untuk mengontrol asupan makanan.
Berdampak Pada Performa Atletik
Beberapa orang mungkin menyakini adanya manfaat kardio saat puasa atau berolahraga dengan perut kosong, namun bukan berarti ini menjadi pilihan terbaik untuk semua jenis olahraga. Walaupun sarapan tidak mempengaruhi aktivitas aerobic singkat, namunmakan sebelum berolahraga justru dapat meningkatkan performa selama latihan.
Tinjauan yang dilakukan tahun 2020 menemukan sebaiknya seseorang yang latihan dengan intensitas tinggi sebaiknya menghindari puasa intermiten. Inilah alasan mengapa sebaiknya Anda mengkonsumsi sarapan sehat sebelum pergi ke gym untuk latihan jangka panjang.
Berdampak Negatif Pada Efek Kafein
Anda harus mengkonsumsi kopi saat pagi? Ada baiknya Anda mengkonsumsinya bersama dengan sarapan Anda, karena kopi dapat diserap lebih cepat saat perut kosong. Efek kopi juga dapat membuat perut tidak nyaman, terutama bagi mereka yang cenderung sensitif terhadap kafein.
Kopi yang memiliki rasa asam ini dapat memperburuk pencernaan jika dikonsumsi saat perut kosong, terutama jika Anda juga memiliki masalah kegelisahan atau cemas akibat kafein setelah beberapa cangkir kopi. Ada baiknya konsumsi kofie bebas kafein atau konsumsi kopi setelah makan.
Makanan Yang Harus Dihindari
Sarapan menjadi salah satu kunci untuk memulai hari. Apa yang Anda masukkan di pagi hari akan berdampak terhadap aktivitas Anda sehari-hari. Dr.Nielsen merekomendasikan untuk memadukan buah, sayur, dan biji-bijian utuh yang kaya serat dan sumber protein serta lemak sehat.
Saat sarapan, ada baiknya Anda juga membatasi asupan daging olahan demi menghindari makanan tinggi karbohidrat olahan dan lemak jenuh untuk menjaga kadar gula darah. Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari diantaranya:
- Sereal manis
- Roti putih, pancake, wafel
- Donat
- Sosis
Dr Nielsen mengatakan, “Tak masalah menikmati makanan manis sesekali, namun penting untuk memperhatikan pola makan secara keseluruhan”. Dengan memperhatikan nutrisi makanan, maka Anda akan puas, kenyang, dan tetap berenergi sepanjang hari.
Facebook Comments