Melahirkan adalah masa-masa penuh tantangan yang harus Bunda lalui. Selain mempersiapkan mental, Bunda juga ahrus memeprsiapkan diri untuk perubahan fisik yang terjadi. Banyak Sekai perubahan yang akan terjadi pasca melahirkan. Lalu bagaimana perubahan tubuh pasca melahirkan yang akan Bunda alami?
Payudara
Awal melahirkan, payudara Anda akan menghasilkan kolostrum (cairan kekuningan) yang memiliki manfaat baik untuk si kecil. Payudara mungkin terasa kencang dan nyeri karena mulai memproduksi ASI. Cobalah mengenakan bra menyusui yang dapat membantu menopang payudara dengan baik. Konsultasikan dengan tegama eksehatan Anda jika merasa tidak nyaman.
Perut
Area perut pasca melahirkan mungkin saja terasa lebih besar karena otot yang meregang. Hal ini jauh berbeda dari sebelum hamil. Jika diimbangi dengan mengonsumsi makanan seimbang dan berolahraga, bentuk tubuh Anda akan berangsur-angsur kembali.
Perut Anda mungkin juga akan terasa kram karena adanya rahim yang berkontraksi karena adanya aktivitas menyusui. Konsultasikan pada dokter atau tenaga medis dan temukan Latihan yang membantu otot perut membaik.
Segera beri tahu bidan, petugas kesehatan, atau dokter Anda jika Anda mengalami gejala-gejala ini.
- Nyeri, bengkak, atau kemerahan pada otot betis di salah satu kaki (tetapi kemerahan mungkin lebih sulit terlihat pada kulit cokelat dan hitam)
- Trombosis vena dalam (DVT)
- Nyeri di dada, kesulitan bernapas
- Embolisme paru
- Kehilangan darah tiba-tiba atau sangat banyak dari vagina hingga menyebabkan rasa ingin pingsan, detak jantung cepat
- Perdarahan pascapersalinan
- Demam tinggi, perut sakit dan nyeri
- Infeksi
- Sakit kepala, perubahan penglihatan, rasa ingin muntah
- Preeklampsia
Kapan haid saya akan dimulai lagi setelah kehamilan?
Sulit untuk menentukan kapan seseorang akan memulai haidnya, karena masing-masing haid orang memiliki metabolisme tubuh yang berbeda.
Jika si kecil diberikan tambahan susu botol, atau memadukan pemberian susu dan ASI, maka haid haid pertama Anda dapat dimulai paling cepat 5 hingga 6 minggu setelah melahirkan.
Jika Anda menyusui sepenuhnya tanpa pemberian botol atau sufor termasuk di malam hari, maka haid Anda mungkin tidak akan dimulai lagi sampai Anda mulai mengurangi pemberian susu botol.
Seberapa cepat saya bisa hamil lagi setelah melahirkan?
Pertanyaan ini juga menjadi salah satu pertanyaan yang seringkali ditanyakan. Anda bisa hamil kembali setelah melahirkan sekitar 5 minggu pasca melahirkan, namun sebaiknya tunggu hingga tubuh benar-benar pulih dan coba gunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan sementara. Bicaralah dengan bidan atau dokter umum Anda tentang metode yang terbaik untuk Anda. Cari tahu lebih lanjut tentang memilih metode kontrasepsi.
Seberapa cepat saya bisa menggunakan tampon setelah melahirkan?
Penggunaan tampon tidak disarankan hingga Anda menjalani pemeriksaan pasca persalinan kurang lebih 6 minggu. Hal ini dikarenakan Anda memiliki luka pada plasenta yang menyatu ke dalam dinding rahin. Selain itu area di sekitar vagina juga masih mengalami luka dan robekan.
Anda tidak boleh menggunakan tampon sampai Anda menjalani pemeriksaan pasca persalinan 6 minggu. Ini karena Anda masih memiliki luka di tempat plasenta menyatu dengan dinding rahim Anda, dan Anda mungkin juga memiliki robekan atau luka di dalam atau di sekitar vagina Anda.Menggunakan produk menstruasi internal seperti tampon dan cangkir menstruasi sebelum luka ini sembuh dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena infeksi.
Gunakan pembalut bersalin atau pembalut menstruasi selama tubuh Anda masih dalam proses penyembuhan.
Facebook Comments