Intensive Care Unit atau yang seringkali dikenal dengan ICU adalah ruang perawatan di rumah sakt yang emmang di khususkan untuk pasien dengan kondisi darurat yang membutuhkan pengawasan dan perawatan intensif. 

Ruangan ICU menyediakan banyak alat untuk membantu memantau kondisi pasien, mendukung fungsi organ, serta alat-alat untuk melakukan tindakan medis secara cepat. Di bagian pertama sudah kita bahas mengenai apa saja yang dapat dilakukan di ICU, yuk lanjutkan ke bagian kedua.

Dapat Melakukan Beragam Prosedur: Karena kondisi pasien yang membutuhkan pemantauan ketat, dokter dapat melakukan beberapa prosedur di ruang ICU tanpa harus memasuki ruang operasi. Misalnya saja ada  pasien yang memiliki kondisi shunt ventrikuloperitoneal (VP) yang mungkin membutuhkan ruangan steril untuk mencegah infeksi. Prosedur ini dapat dilakukan di ruang ICU tanpa harus memindahkan pasien ke ruang operasi.

Memiliki Ruangan Semi Terbuka: ICU umumnya dirancang secara semi terbuka, walaupun mungkin saja terdapat tirai sebagai privasi [pasien, namun pasien harus terlihat oleh perawat dan dokter yang bertugas agar pasien dapat diawasi lebih dekat dan mampu memebrikan respon lebih cepat saat terjadi masalah mendadak.

Jumlah Perawat Yang lebih Banyak Untuk Satu Pasien: Umumnya pasien yang berada di dalam ruang ICU akan diawasi oleh beberapa perawat. Perawat akan melacak detail medis pasien secara lebih kompleks, bahkan memberikan terapi dan pengobatan dengan detail.

Memiliki Perawat Dengan Keahlian dan Pengalaman Khusus: Perawat dan asisten yang bertugas di ICU seringkali telah melalui pelatihan ksuus dengan pengalaman untuk menangani pasien di ICU. Bahkan pelatihan ini seringkali di khususkan untuk ICU jenis tertentu, misalnya NICU, PICU, dan lainnya. Kepala perawat di ICU umumnya telah berpengalama dalam merawat dan mengawasi pasien.

Memiliki Dokter ICU Spesialis: Tak jarang dokter spesialis juga bertugas ICU walaupun, ini juga bergantung pada kondisi setiap rumah sakit dan situasi tertentu. Contohnya jika orang tercinta Anda memiliki riwayat kondisi penyakit jantung yang serius, ia akan berada di CCU (Unit Perawatan Intensif Khusus Jantung) dengan pengawasan Dokter Spesialis Jantung hingag nanti akhirnya kondisi pasien stabil dan dapat dipindahkan ke ruang rawat inap.

Pembatasan Pengunjung 

Tidak seperti ruang rawat inap biasa, pengunjung ruang ICU cenderung dibatasi dengan alasan tertentu, diantaranya:

  1. Mencegah terjadinya penyebaran infeksi.
  2. Menjaga ketenangan pasien lain karena kurangnya privasi di ruang ICU.
  3. Membiarkan pasien beristirahat agar cepat pulih.
  4. Ruangan yang cenderung lebih sempit.

Membatasi jumlah pengunjung juga dapat membantu petugas kesehatan untuk memantau pasien dengan lebih baik. Petugas kesehatan juga dapat melakukan pemeriksaan, pemberian obat, hingga melakukan tindakan yang dibutuhkan untuk .  

Kapan Seseorang di ICU Akan Dipulangkan?

Pasien akan dipulangkan jika ia telah benar-benar membaik. Beberapa rumah sakit bahkan memiliki perawatan lanjutan (step down unit) yang menyediakan perawatan lebih longgar, namun tetap intensif dibandingkan unit biasa.

Kriteria untuk pemulangan dari ICU ini meliputi ekstubasi, stabilnya tanda vital, peningkatan kewaspadaan, hingga berkurangnya cairan infus, ekeltrolit dan obat-obatan yang dikonsumsi. Saat kondisi sudah benar-benar stabil, maka pasien dapat dijadwalkan untuk pulang.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Mengatasi Rambut Bercabang Tanpa Perlu Ke Salon (Bagian I)

Rambut menjadi salah satu bagian tubuh yang menunjang