Apa yang kita makan tidak hanya mempengaruhi berat badan, tingkat rasa lapar, dan energi Anda. Apapun yang masuk ke dalam tubuh Anda akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental Anda. Misalnya saja studi tahun 2022 menemukan adanya hubungan antara makanan untra-olahan dengan depresi. Dalam studi lain yang dilakukan tahun 2020 oleh European Journal of Human Genetics melaporkan hubungan antara gangguan diet yang buruk dengan adanya gangguan kesehatan mental. Sayangnya, ada beberapa kebiasaan makan yang tanpa disadari sebenarnya dapat mempengaruhi kesehatan mental, diantaranya:
Mengonsumsi Gula Terlalu Banyak
Kitty Broihier, MS, RD, LD Founder Eating Habits Lab dan Nutricomm mengungkapkan, “Walaupun sebenarnya otak juga menyukai glukosa sebagai bahan bakarnya, namun sejumlah penelitian menemukan hubungan diet tinggi gula dengan buruknya suasana hati (depresi)”.
Tak hanya pada makanan, namun gula juga seringkali deitemukan pada minuman. Minuman tinggi gula seperti soda telah dikatikan dengan menginkatnya resiko seperti diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan penyakit hati berlemak.
Studi yang dilakukan Frontiers of Psychiatry juga menemukan adanya hubungan konsumsi gula dengan masalah psikologis, kesehatan mental dan perilaku pada remaja.
Mengikuti Pola Makan Barat
Gula menjadi bagian utama dari makanan kita sehari-hari. Bahkan saat ini ditambah lagi banyaknya makanan cepat saji juga cenderung membuat kita seringkali mengabaikan kesehatan. Namun memang tidak disangkal makanan ini memang menawarkan kemudahan. Namun, sebaiknya tetap batasi konsumsi makanan cepat saji ini.
Melacak Semua Yang Anda Makan Dan Minum
Salah satu cara yang seringkali dilakukan seseorang untuk diet menjadi salah satu cara tradisional untuk menjaga berat badan tetap terjaga, namun ternyata terpaku pada angka dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental Anda dari waktu ke waktu. Mungkin di awal tidak masalah karena Anda masih membangu kebiasaan, namun jika dilakukan dalam jangka panjang hal ini dapat berubah menjadi obsesi yang justru buruk untuk Anda.
Disarankan untuk melacak makanan yang Anda makan di awal, lalu pelan-pelan tinggalkan kebiasaan ini. Daripada menghitung kalori, cobalah fokus pada makanan yang sehat dan seimbang. Bagaimana perasaan Anda setelah mengkonsumsi makanan ini?
Kurangnya Mengonsumsi Makanan Anti-Inflamasi
Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara peradangan dengan resiko depresi. Para ilmuwan menyarankan untuk mencari cara mengatasi peradangan ini. Jika Anda membatasi asupan makanan, mungkin saja Anda akan kekurangan mengkonsumsi makanan anti inflamasi layaknya sayur, buah, dan ikan.
Studi yang dilakukan International Journal of Environmental Research and Public Health menemukan bahwa makanan anti inflamasi seperti sayur dan buah akan berdampak baik pada tubuh dan kesehatan mental dibanding diet tinggi gula seperti diet soda ditambah makanan cepat saji.
Itulah kebiasaan buruk yang diam-diam dapat merusak kesehatan mental. Jangan lupa untuk memasukkan sayur dan buah ke dalam diet Anda untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal dan menjaga kesehatan mental. Selain menjaga asupan makanan, jangan lupa imbangi juga dengan olahraga dan gaya hidup sehat.
Facebook Comments