Kehamilan adalah masa-masa penuh tantangan dan masa yang baru dimana Anda akan menjadi orangtua. Bagaimana perasaan Anda? seringkali beberapa orang diliputi rasa Bahagia tak terhingga, namun beberapa yang lain justru diliputi rasa khawatir karena merasa belum siap enjadi orangtua atau diliputi rasa khawatir apakah mampu membesarkan si kecil dengan baik.
Selain itu, ibu hamil juga khawatir apakah bisa melahirkan dengan lancar? munculnya rasa kahwatir ini wajar terjadi. Ada baiknya Anda membicarakannya dengan dokter Anda jika rasa khawatir ini muncul selama lebih dari 2 minggu. Perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan ditambah banyaknya pikiran saat hamil tentu beresiko memunculkan kecemasan dan depresi.
Kesehatan mental setelah melahirkan
Masa-masa memiliki bayi adalah masa-masa yang emosional. Banyak sekali hal-hal yang dipikirkan setelah melahirkan, misalnya rasa nyeri yang masih terasa pasca melahirkan, ras akhawatir apakah bisa menjadi orangtua yang bauj, dan kaunnya. Menjadi ibu memang tidak mudah, namun dengan kemauan untuk belajar dan naluri tentu menjadi orangtua akan terasa mudah.
Mungkin Anda perna mendengar baby blues dimana hinga 80% wanita merasa ingin menangis dan sensitive. Hal ini umumn terjadi di hari ketiga hingga ke 10 pasca melahirkan hal ini juga bisa disebabkan karena perubahan hormone selama kehamilan.
Depresi pascapersalinan dapat terjadi antara satu bulan hingga satu tahun setelah seorang wanita melahirkan bayi. Di Australia bahkan depresi dialami setidaknya 1 dari 7 wanita.
BUkan hanya ibu atau calon ibu saja yang merasa cemas dan khawatir, namun menyambut anggota keluarga baru tentu bisa menjadi masa yang rumit bagi ayah. Mungkin saja muncul kehawatiran apakah bisa menjadi orangtua yang baik bagi si kecil? Bagaimana orangtua akan mengemban tanggung jawab.
Gejala Depresi dan Kecemasan Perinatal
Wajar jika Anda khawatir tentang perasaan Anda atau pasangan Anda, berikut beberapa tanda dan gejala yang perlu diperhatikan:
- Munculnya serangan panik yang ditandai dengan jantung yang berdebar kencang disertai sesak nafas dan gemetar
- Munculnya rasa khawatir terus menerus
- Perilaku yang obesif atau kompulsif disertai perubahan suasana hati yang tiba-tiba
- Muncul rasa sedih dan murung tanpa alasan yang jelas
- Kurang tertarik pada hal-hal yang membawa kegembiraan (berkumpul dengan teman, olahraga, makan malam dengan pasangan, dan sebagainya)
- Tidak bisa tidur sehingga tubuh akan kelelahan sepanjang waktu
- Hilangnya minat kepada keintiman (hubungan seks)
- Takut jika sendirian dengan bayi karena ada keinginan untuk menyakiti diri sendiri dan bayi Anda
- Sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat sesuatu
Pria mungkin cenderung mengalami gejala seperti frustasi dan rasa mudah tersinggung. Selain itu bisa juga muncul rasa marah. Jika gejala ini muncul lebih dari dua minggu, segeralah mencari bantuan. Semakin cepat Anda menemukan bantuan, maka masalah Anda akan semakin cepat ditangani.
Di mana mendapatkan bantuan untuk kesehatan mental Anda selama dan setelah kehamilan
Saat merasa cemas atau kewalahan dan membutuhan bantuan, jangan segan untuk mengunjungi seseorang yang ahli untuk diajak bicara. Anda bisa menemukan dokter kandungan, bidan, atau perawat kesehatan ibu dan anak untuk mendapatkan bantuan.
Banyak juga organisasi yang bersedia membantu orang dengan masalah kesehatan mental. Temukan organisasi ini di sekitar Anda jika ingin berbicara dengan seseorang.
Terkadang untuk membuat hati terasa lega, dibutuhkan tempat untuk bercerita bagaimana perasaan Anda. Bercerita dengan seseorang yang ahli dapat menjadi solusi tepat karena mereka dapat menyarankan beberapa kiat untuk meengelola perasaan dan kekhawatiran Anda. Dokter umum Anda dapat merujuk Anda ke psikolog, atau mereka mungkin menyarankan pengobatan untuk sementara waktu.
Facebook Comments