Deodoran menjadi salah satu produk yang sangat umum digunakan untuk emncegah bau badan. Produk ini sudah melekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya, walaupun selakukan setiap hari, seringkali ditemukan beberapa kesalahan penggunaan deoderan yang tidak disadari. Apa saja kesalahan itu?
Belum Mengetahui Perbedaan Antiperspiran Dan Deodoran
Singkatnya antiperspirant digunakan untukemngurangi keringat, sedangkan deodorant digunakan mengurangi bau. Dokter kulit dan pendiri FryFace, Fayne Frey mengatakan bahwa sebagian besar antiperspirant memiliki kandungan garam alumunium dengan garan zirconium dengan tujuan mengikat protein pada kelenjar keringat yang berperan menyumbat saluran keringat agar produksi keringat dapat ditekan. Sedangkan deodorant adalah produk topical yang berguna untuk menetralkan bau dengan bahan-bahan untuk membunuh bakteri penyebab bau badan, namun deodorant tidak berfungsi untuk mengurangi produksi keringat.
Mengaplikasikan Deodorant Setelah Bercukur
Berhati-hatilah dalam mengoleskan deodorant dan antiperspiran setelah bercukur, terutama saat menggunakan produk dengan kandungan alkohol yang tinggi, karena beresiko menyebabkan iritasi. Hal ini diungkapkan oleh seorang dokter kulit di The Ohio State University Wexner Medical Center Alisha Plotner MD.
Menggunakan Deodoran Berlapis
Menggunakan deodorant berlapis tidak akan membuat Anda tetap segar jika masih ada sisa bau badan kemarin. Anda harus mengaplikasikannya pada kulit yang benar-benar bersih dan kering agar deodorant dapat bekerja dengan baik. Dr Plotner menambahkan deodorant tidak akan bekerja maksimal jika dia dioleskan pada lapisan produk lainnya berbahan krim kental atau padat.
Mengaplikasikan Deodoran Saat Pagi Hari
Kapan saat tepat untuk mengaplikasikan deodoran? Jawabannya adalah malam hari. Jika Anda mengoleskannya pagi hari setelah mandi, maka ubahlah kebiasaan ini. Deodoran dan antiperspirant akan bekerja efektif saat saluran keringat kurang aktif dan minin kelembaban, terutama saat Anda tidur. Gunakan handuk untuk mengeringkan kulit Anda, lalu aplikasikan deodorant. Jika memang aroma dedodoran Anda sangat nyaman, tak masalah mengoleskannya kembali di pagi hari, namun ini hanya untuk membuat Anda lebih percaya diri saja
Tidak Rutin Mengaplikasikannya
Sebenarnya ini tergantung pada tubuh dan jenis deodoran/antiperspirant yang akan Anda gunakan, karena ada beberapa antiperspirant yang memang dibuat untuk bertahan selama 48 jam. Jadi, jangan ragu untuk membaca label produk yang tertera atau cukup aplikasikan kembali secara berkala.
Lupa Melembapkan
Disarankan untuk mengaplikasikan pelembab berbasis dimetikon untuk meminimalkan iritasi. Sebagai alternatif yang lebih alami, Dokter Sharla dari New Orleans menyarankan produk pelembab dengan kandungan minyak kelapa. Selain menutrisi, kandungan minyak kelapa dapat membantu menenangkan kulit pada area sensitive dan bersifat sebagai anti bakteri.
Menggunakan Produk Yang Salah
Sangat penting untuk mempertimbangkan jenis kulit dan masalah kulit yang Anda miliki. Produk dengan kandungan alkohol tinggi seperti semprotan atau gel dapat beresio mengiritasi kulit. Begitu juga produk dengan wewangian kuat. Jadi, pastikan Anda benar-benar melihat produk yang akan Anda gunakan.
Tidak Tahu Cara Menghilangkan Noda dari Pakaian
Salah satu permasalahan yang seringkali dialami oleh pengguna deodorant adalah adanya noda tertinggal pada pakaian. Ada beberapa metode untuk menghilangkan noda ini, diantaranya adalah menggunakan kain lap basah yang telah diperas sebelumnya. Hal ini berguna agar noda deodorant tidak tertinggal terlalu lama pada pakaian.
Facebook Comments