Seiring berkembangnya penelitian, para ilmuan dan dokter mulai melakukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat puasa intermiten. Hal ini dikarenakan puasa intermiten belakangan ini menjadi metode popular untuk menurunkan berat badan. Padahal sebenarnya puasa intermiten memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari sekedar penurunan berat badan.
Menjadi metode populer, puasa intermiten banyak dijadikan pilihan untuk diet karena memang mampu menurunkan berat badan secara efektif. Sebuah studi dalam jurnal Obesity Review menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat menurunkan berat badan hingga 8 persen hanya dalamw aktu 3-12 minggu saja.
Metabolisme yang lebih tinggi: Puasa intermiten dapat membantu menignkatkan metabolisme hingga 14%, sehingga penurunan berat badan dapat terjadi lebih efektif.
Risiko diabetes yang lebih rendah: Puasa intermiten dapat membantu menurunkan resistensi insulin 3-6 persen pada seseorang yang obesitas. Dengan kadar gula darah yang rendah, resiko diabetes dapat dikurangi.
Membaiknya kesehatan jantung: Puasa dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), Trigliserida, gula darah, dan faktor lainnya yang beresiko memicu memburuknya jantung
Memperlambat penuaan: Dengan peradangan dan rendahnya kerusakan sel, puasa intermiten juga dapat mengurangi terjadinya tanda penuaan.
Apakah Puasa Intermiten Aman Untuk Dilakukan?
Penelitian terkait puasa intermiten masih termasuk baru dan akan terus dilakukan. Seperti penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh Behavioral Sciences. Penelitian ini menemukan bahwa puasa intermiten sangat aman untuk dilakukan bagi sebagian besar individu. Walaupun begitu, tak ada salahnya untuk mencoba berkonsultasi dengan dokter sebelum benar-benar berpuasa.
Siapa Yang Tidak Disarankan Untuk Puasa Intermiten?
Puasa intemiten memang mendatangkan beragam manfaat, namun puasa ini tidak disarankan untuk dilakukan oleh beberapa golongan, seperti:
- Seseorang yang kekurangan berat badan disertai adanya gangguan makan
- Seseorang dengan riwayat penyakit kronis seperi tekanan darah tinggi dan diabetes 9tanpa pesetujuan dokter)
- Wanita hamil dan ibu menyusui
Beberapa penelitian juga menunjukkan tidak adanya manfaat yang didapatkan oleh wanita saat melakukan puasa intermiten. Obesity Reasearch menemukan peningkatan sensitivitas insulin paa pria, sedangkan pada wanita justru sensitivitas insulinnya mengalami penurunan. Beberapa wanita juga ditemukan mengalami siklus mentstruasi yang kurang teratur saat menjalankan puasa intermiten ini walaupun dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.
Tantangan Saat Berpuasa Intermiten
Berpuasa menjadi kegiatan yang menantang. Tantangan dalam menjalankan puasa intermiten ini tentu saja rasa lapar yang melanda. Beberapa orang mungkin juga merasakan tidak enak badan saat beralih ke pola makan yang baru ini, walaupun nanti seiring berjalannya waktu tubuh akan mulai terbiasa.
Metode 16/8 mungkin bisa dilakukan jika Anda masih pemula atau sekedar ingin mencoba. Nanti seiring berjalannya waktu, Anda dapat beralih ke metode lain atau metode lanjutan, namun pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Lakukan puasa ini perlahan agar tubuh terbiasa, sebab tubuh bisa saja kaget saat Anda tiba-tiba berpuasa. Jadi, memang harus dilatih pelan-pelan dengan mencoba berpuasa sebentar dan ditingkatkan perlahan durasinya. Semangat untuk mencoba berpuasa.
Facebook Comments