Bulan Ramadhan adalah bulan baik yang hanya datang setahun sekali. Di bulan inilah pahala kita akan dilipatgandakan dan pintu ampunan akan dibuka selebar-lebarnya. Rasanya sayang jika dilewatkan begitu saja. 

Sayangnya, tidak semua beruntung dan bisa menjalankan ibadah puasa, karena ada beberapa orang yang kustru tidak dianjurkan untuk berpuasa, salah satunya ibu hamil. Lalu, bagaimana dengan ibu yang menyusui? Apakah mereka termauk ke dalam golongan yang tidak dianjurkan berpuasa?

Karena Ramadhan adalah bulan baik yang hanya datang setahun sekali, banyak ibu menyusui yang tetap ingin ikut berpuasa walaupun mungkin bertanya-tanya dan ragu apakah berpuasa aman untuk dilakukan? Mungkin muncul juga kekhawatiran terhadap kualitas ASI yang dihasilkan saat tubuh ibu kekurangan nutrisi.

Manfaat Menyusui

Sebelum menjawab pertanyaan, kita harus mengetahui dahulu apa sebenarnya manfaat dari menyusui dan mengapa Anda harus terus memberikan ASI kepada si kecil walaupun tengah berpuasa? ASI sendiri adalah Air Susu Ibu yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. Ada 3 nutrisi utama yang dimiliki ASI dan sangat penting bagi tumbuh kembangnya, yakni lemak, karbohidrat, dan protein.

Selama 6 bulan pertama, bayi dianjurkan untuk hanya mengkonsumsi ASI ekslusif dan hanya diberikan tambahan vitamin jika memang diperlukan saja dan itupun atas saran dokter. Pada 6 bulan pertama, ASI memiliki kandungan lemak tertinggi, dan kandungan ini akan menurun seiring pertumbuhan bayi melewati usia 6 bulan.

ASI juga kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan bayi, sehingga sebenarnya bayi tidak memerlukan tambahan suplemen karena smeua nutrisi berasal dari ibu. Jadi, ibu memang menjadi kunci terpenuhinya gizi si kecil hingga nanti ia menginjak usia 6 bulan dimana saat makanan pendamping mulai diperkenalkan.

Bagaimana Puasa Akan Mempengaruhi ASI

Kekhawatiran ibu menyusui saat memutuskan berpuasa adalah adanya ketidakpastian apakah ebrpuasa akan mempengaruhi  kualitas dan akdar ASI yang dihasilkan? Kekhawatiran ini wajar terjadi akrena ibu tidak mendapatkan cukup nutrisi dari makanan dan minuman.

Tanda-Tanda Peringatan

Walaupun banyak sekali wanita menyusui yang memutuskan untuk tetap berpuasa, namun ada baiknya Anda tetap memperhatikan tanda tanda peringatan, diantaranya 

Memperhatikan peringatan dari tubuh. Jika tubuh menunjukkan tanda-tanda seperti sakit kepala, dehidrasi, dan penurunan produksi urine, segeralah berbuka puasa

Perhatikan bayi Anda apakah ia mendapatkan cukup ASI? Ada beberapa tanda bayi tidak emndapatkan cukup ASI, diantaranya mengalami penurunan berat badan atau tidak mengalami peningkatan berat badan, penurunan jumlah popok, bayi tetap gelisah setelah menyusui, atau tampak gelisah secara keseluruhan.

Pertimbangan lainnya berapakah usia bayi? Akan lebih mudah untuk mempertahankan produksi ASI saat ia berusia 6 bulan ke atas, karena sudah dibantu dengan makanan tambahan. Tetapi tetap fokus untuk encukupi kebutuhan ASI dengan mengkonsumsi makanan bergizi.

Saat bayi di bawah 6 bulan mungkin akans edikit sulit untuk Anda berpuasa, karena ia hanya bergantung pada ASI saja. Jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda jika ingin tetap berpuasa.

Pertimbangan lain adalah apakah bayi Anda berusia kurang dari 6 bulan dan hanya disusui atau lebih dari 6 bulan dan sudah makan makanan padat. Mungkin sedikit lebih mudah untuk mempertahankan produksi ASI Anda saat bayi Anda mulai makan makanan padat, tetapi tetap penting untuk fokus pada makan dan minum yang tepat selama jam-jam di luar puasa.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Mengenal Nutrisi Dan Manfaat Jus Wortel Untuk Kesehatan (Bagian II)-end

Wortel menjadi salah satu sayuran yang mudah kita