Mengalami kecemasan saat bepergian adalah hal yang normal terjadi. Beberapa orang bahkan megalami phobia saat meniki kendaraan tertentu. Salahs atunya adalah phonia ketinggian, sehingga muncul rasa takut saat menaiki pesawat.

Walaupun beberapa maskapai telah memberi motto atau slogan yang menenangkan, tetap saja rasa takut menaiki pesawat akan muncul. Terlebih banyak sekali berita mengenai kecelakaan pesawat yang semakin membuat seseorang semakin paranoid untuk menaiki pesawat ini. Lalu bagaimana caranya agar kita berani untuk terbang dengan pesawat? Dr. Harris Stratyner, PhD, seorang psikolog yang berbasis di New York City mencoba berbagi strategi untuk membantu Anda mengatasi phobia ini. 

Melakukan Penerbangan Secara Bertahap

Beberapa individu mungkin tidak yakin dengan penerbangan. Dr. Stratyner menyarankan untuk memulainya dengan menonton video penerbangan, lalu mengunjungi bandara, dan lakukan penerbangan singkat atau jarak pendek untuk membangun rasa percaya diri.

Jangan ragu untuk bertanya kepada pihak maskapai, karena tak jarang beberapa pihak maskapai memiliki simulasi penerbangan yang bisa dicoba.

Berbicara Dengan Awak Pesawat

Jangan ragu untuk berbicara dengan awak dan kru pesawat, karena mereka juga dilatih untuk menangani penumpang yang gugup. Dengan berbicara, mereka akan memberikan kiat atau dukungan tambahan. Terkadang mengetahui ada professional yang siap membantu juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri.

Melatih Teknik Relaksasi

Dr. Stratyner menyarankan untuk melakukan teknik pernafasan 4-7-8 (hirup selama 4 detik, lalu tahan selama 7 detik, dan hembuskan selama 8 detik). Lakukan pernafasan ini pelan-pelan dan jika memungkinkan Anda bisa melakukan rileksasi otot dan meditasi sejenak.

Memahami Ilmu Penerbangan

Menurut Dr Stratyner, memiliki pengetahuan seputar penerbangan dapat membantu. Cobalah memahami mekanisme penerbangan mulai dari bagaimana canggihnya pesawat dirancang dan mengapa pesawat dapat menghasilkan gaya angkat dan tidak jatuh dapat membantu mengurangi kecemasan.

Menghindari Stimulan Sebelum Penerbangan

Dr.Stratyner mengatakan kafein dan gula dapat membuat kecemasan meningkat, sehingga akan sulit untuk tetap tenang selama penerbangan berjalan. Alih-alih kopi, cobalah untuk memilih teh herbal atau air putih.

Jagalah pikiran agat tetap jernih dengan menghindari alkohol selama penerbangan. Mencegah alkohol juga dapat membuat pikiran tetap jernih dan mencegah terjadinya mabuk. Konsumsi makanan sehat menjelang pernerbangan.

Membawa Pengalih Perhatian

Bawalah sesuatu yang berguna untuk mengalihkan perhatian. Bisa berupa buku, fil, podcast, dan lainnya. Menjaga pikiran tetap sibuk dapat membantu mencegah Anda fokus terhadap rasa takut. Memiliki kesibukan juga akan membuat waktu berlalu lebih cepat. 

Bepergian Dengan Pendamping 

Memiliki teman atau anggota keluarga yang dapat memberikan dukungan emosional dapat membantu mengurangi kecemasan. Bahkan jika tidak ada orang terdekat, berbagi kecemasan dengan sesama penumpang juga bisa membantu.

Fokus pada Tujuan

Alih-alih fokus pada perjalanan, cobalah mengalihkan perhatian Anda pada hal-hal menyenangkan yang akan Anda temui di tempat tujuan. Visualisasikan makanan enak yang akan Anda temui, lalu tempat-tempat menarik yang akan Anda kunjungi, dan lainnya.

Perubahan perspektif ini dapat membuat penerbangan tidak terasa. Mengingat tujuan Anda akan membantu Anda teralihkan dari rasa takut.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Mengenal Pentingnya Toner Dalam Rutinitas Perawatan Kulit Anda

Siapa dari Anda yang rajin merawat kulit? Beberapa