Berpisah dengan pasangan adalah hal yangs ebenarnya tidak diinginkan, namun jika keputusan ini diambil pastilah sudah melalui pemikiran yang panjang. Selain itu pasti Anda sudah mengetaui penyebab dan tanda-tanda saatnya Anda harus berpisah.
Mungkin beberapa dari Anda mengurungkan niat untuk berpisah karena alasan anak-anak, padahal tidak semua anak-anak yang berada dalam pernikahan tidak bahagaia juga bahagia. Anak-anak justru dapat merugi
Penelitian menemukan bahwa hal terbaik bagi anak-anak adalah memiliki dua orangtua yang bahagia, bukan orangtua yang menikah. Jadi memaksakan diri untuk tetap bersama d tengah kondisi yang tidak kondusif justru dapat menciptakan ketegangan tersendiri di rumah yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
Jika Anda memutuskan untuk berpisah, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, diantaranya:
Menemui konselor pernikahan. Sebelum berpisah, ada baiknya Anda menemui konselor Anda. Jika perlu, jangan ragu untuk mengikuti sesi terapi pasangan untuk membantu menangkan pikiran sebelum mengambil keputusan besar.
Tak hanya membuat perasaan lebih tenang, dengan menemui konselor Anda dapat memproses perasaan Anda dan dapat mengurai kehidupan bersama termasuk menetapkan batasan dan membuat rencana ke depan untuk anak-anak pasca berpisah sekaligus membagi harta dan keuangan.
Membuat janji temu dengan mediator: Sebelum menemui mediator, mungkin Anda harus melakukan pencarian terlebih dahulu untuk menemukan mediator yang cocok, karena mediator inilah yang nantinya akan membimbing Anda dalam berbagai langkah.
Mengecek persyaratan: Beberapa negara mungkin memiliki persyaratan tersendiri saat ingin mengajukan sebuah perceraian, termasuk Indonesia. Cobalah mencari informasi terkait dokumen-dokumen yang dibutuhkan dan berapa lama waktu final yang dibutuhkan, karena beberapa negara membutuhkan waktu lebih lama setelah berkas diajukan.
Mendapatkan pendampingan dari professional selama proses berlangsung. Salah satu kunci saat memeprtimbangkan perceraian adalah dengan menemukan bantuan professional setelah muncul masalah. Pasangan harus benar-benar meluangkan waktu untuk mempertimbangkan apa yang terbaik untuk masa depan mereka, apakah tetap bersama atau memang ebrpisah menjadi jalan terbaik?
Menemukan bantuan professional baik secara individu atau berpasangan dapat membantu Anda mengatasi masalah yang Anda hadapi dan menemukan cara nyata untuk mengatasinya. Masalah yang segera diatasi saat muncul akan semakin mudah untuk diatasi dibandingkan masalah yang ditumpuk berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun maka akan lebih sulit diatasi.
Melakukan terapi atau berkonsultasi dengan mediator membutuhkan komitmen dari kedua pihak untuk jangka panjang. kata Samantha Burns, konselor pasangan dan penulis buku Breaking Up & Bouncing Back merekmendasikan setidaknya melakukan 3 bulan konseling dahulus ebelum akhirnya memutuskan untuk meninggalkan sebuah hubungan.
Walaupun konseling belum tentu menghalangi Anda dan pasangan untuk berpisah, namun dengan melakukan konseling Anda bisa mendapatkan beberapa masukan sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah.
Jika memang sudah mantap untuk berpisah, saatnya Anda dan pasangan mengesampingkan ego dan duduk bersama untuk menentukan amsa depan bersama terkait anak-anak, pembagian keuangan, pembagian harta yang dimiliki selama menikah, dan sebagainya.
Diskusi dengan baik harus dilakukan, karena Anda dan pasangan menikah dengan baik-baik seharusnya bisa juga berpisah dengan baik-baik.
Facebook Comments