Diare juga menjadi salah satu masalah yang umum terjadi selama kehamilan. Walaumpun tidak sesering sembelit, diare yang terjadi selama kehamilan dapat terjadi karena beebrapa faktor, diantaranya:
- Perubahan hormonal
- Terjadinya indeksi bbakeri dan perubahan pola makan, seperti mengkonsumsi makanan tinggi serat dan kalsium
- Mengkonsumsi multivitasmin prenatal
- Adanya kondisi medis yang telah terjadi sebelumnya seperti penyakit celiac, intoleransi laktosa, atau hipertiroidisme
Sebagian besar diare yang terjadi saat masa kehamilan umumnya tidak berdampak serius, namun sangat penting untuk tetap menjaga kondisi dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi (minum banyak cairan). Jangan ragu untuk menghubungi dokter ketika:
- Terdapat lendir disertai darah pada tinja
- Terjadinya penurunan berat badan disertai demam dan muntah
- Sakit kepala yang datang tiba-tiba
- Kebingungan dan kesulitan untuk bernafas
- Terjadinya perubahan warna tinja yang tidak biasa (lebih gelap, lebih terang, atau berubah)
Beberapa ibu hamil mengalami kondisi kolestatis, dimana kondisi ini terjadi saat empedu dari hati tidak dapat mengalir dengan benar, sehingga berdampak kepada warna feces yang menjadi sangat pucat.
Beberapa ibu hamil juga melaporkan feses yang berwarna hijau. Hal ini dapat terjadi karena meningkatnya asupan serat akrena meningkatnya asupan sayuran hijau dan konsumsi vitamin prenatal dan zat besi. Walaupun begitu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut bagaimana makanan dapat mempengaruhi warna feses selama kehamilan.
Selama kehamilan, warna feses juga dapat berubah menjadi sangat gelap. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika feses berwarna gelap. Feses berwarna gelap dapat menjadi tanda adanya pendarahan pada saluran pencernaan.
Buang Air Besar Saat Proses Persalinan
Beberapa ibu hamil dapat buang air besar saat proses persalinan. Tak perlu malu atau kahwatir, karena hal ini adalah hal yang biasa. Otot untuk melahirkan bayi adalah otot yang sama dengan saat Anda buang air besar, sehingga rumah sakit telah mempersiapkan hal ini.
Jika memang Anda memiliki kehawatiran tentang hal ini, Anda bisa mencoba buang air besar dan mengejan sebelum proses persalinan dimulai. Beberapa obat-obatan yang digunakan saat proses persalinan seperti supositoria juga dapat memicu terjadinya buang air besar.
Ketakutan Buang Air Besar Setelah Persalinan
Wajar jika ibu hamil memiliki rasa takut untuk baung air besar pasca persalinan. Tenaga medis dapat membantu Anda saat terasa nyeri, jahitan iritasi, dan masalah lainnya. Konsumsi obat anti nyeri juga dapat menjadi solusi agar tidak terjadi sembelit.
Anda bisa mengkonsumsi makanan tinggi serat. Bahkan jika dibutuhkan Anda bisa mengkosumsi obat pencahar untuk membantu proses buang air besar menjadi lebih mudah, namun pastikan obat pencahar ini adalah obat yang telah diresepkan dokter dan aman dikosumsi oleh ibu menyusui. Jadi, jangan ragu untuk menanyakannya pada dokter.
Jangan lupa juga untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak air putih dan jus. Dengan begitu, proses buang air besar pertama Anda pasca melahirkan akan jauh lebih mudah.
Facebook Comments