Setiap orang pasti memiliki teman. Tidak selamanya pertemanan berjalan mulus, tentu dalam sebuah pertemanan ini pernah terjadi konflik. Saat terjadi konflik, tentu kita tidak ingin berlama-lama dan ingin konflik ini segera diakhiri.

Saat terjadi konflik, kita harus mengatasinya dengan bijak agar tidak terjadi kesalahpahaman di dantara pihak yang berkonflik. Ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh saat terjadi konflik. Lalu bagaimana aturan dalam menangani konflik dengan teman? 

Memilih Momen Tepat Untuk Menghubungi

Saat terjadi konflik, rasanya akan tidak adil saat Anda tiba-tiba Anda ingin membahas konflik. Walaupun mungkin Anda ingin segera meyelesaikan konflik, namun membahas konflik tiba-tiba hanya akan membuat proses penyelesaikan konflik menjadi jauh lebih sulit. Selain itu, pastikan Anda tidak membahas konflik saat salah satu dari Anda sedang stress.

Saat Anda sudah siap, jangan ragu untuk kirimkan pesan singkat kepada teman Anda untuk memberitahu bahwa Anda ingin mengobrol dan membahas hal penting dengan mereka. Jika mereka menunjukkan keraguan atau ketidaknyamanan, tanyakan berapa waktu yang dibutuhkan sampai mereka siap berdiskusi.

Mengetahui Cara Terbaik Untuk Berkomunikasi

Jadi jika Anda berdua telah memutuskan untuk mengobrol, pertimbangkanlah cara terbaik untuk mengobrol. Beberapa orang suka berdiskusi secara langsung, sedangkan beberapa orang lebih menyukai onrolan melalui pesan singkat, sehinga cobalah pilih metode tebaik untuk berkomunikasi dengan rekan Anda ini.

Mungkin Anda lebih menyukai pesan tekas, namun terkadang bahasa tulisan bisa menimbulkan kesalahpahaman, sehingga ada baiknya dibicarakan secara langsung. Namun, jika memang bertemu justru membuat canggung, Zckerman mengirimkan kiat untuk berkirim pesan:

  1. Menjaga agar nada dan bahasa tetap netral
  2. Menghindari penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang berlebihan
  3. Memisahkan teks yang terlalu panjang agar penerima pesan tidak kebingungan
  4. Bersabarlah menunggu balasan dan bergantianlah membalas
  5. Balaslah tepat waktu agar penerima pesan juga tidak emnunggu balasan Anda dengan kecemasan.

Rencana Atau Tuliskan Apa Yang Ingin Anda Katakan

Tidak ada yang lebih buruk dilakukan daripada menekan tombol kirim terlalu cepat. Atau membiarkan sesuatu terucap tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Jessie Bohnenkamp, ​​seorang konselor profesional berlisensi sekaligus ​​pakar kecemasan dan hubungan, menyarankan agar tetap bersikap bijaksana dan fokus pada topik, serta melakukan perencanaan terlebih dahulu.

Cobalah tuliskab keluhan Anda luangkan waktu untuk menuliskannya dengan bahasa yang baik. Pikirkan juga kemungkinan respon yang akan diberikan teman Anda saat Anda mengirimkan atau mengucapkan kata-kata tersebut.

Memikirkan Perasaan Dan Cobalah Berpikiran Terbuka

Pada akhirnya, masalah ini adalah dua pihak. Saat ingin menyampaikan sudut pandang, mungkin ada beberapa hal yang belum bisa Anda terima. Jika begini Anda harus rela menerima sudut pandang mereka. Yang terpenting adalah masalah Anda dan teman Anda bisa terselesaikan dengan baik.

Itulah beberapa kiat untuk membantu mengatasi konflik dengan rekan kerja. Kunci utamanya adalah jangan emosi dan tetap tenang, karena ada kemungkinan dalam proses diskusi bisa terjadi emosi. Berhati-hatilah dalam berkata dan bertindak.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Mengenal Pentingnya Toner Dalam Rutinitas Perawatan Kulit Anda

Siapa dari Anda yang rajin merawat kulit? Beberapa