Pertengakaran dan perdebatan di antara saudara adalah hal yang umum terjadi. Baik dengan jenis kelamin yangs ama atau jenis kelamin yang berbeda, hal ini wajar terjadi. Bertengkar dapat menjadi cara anak-anak belajar dan menyelesaikan masalah. Hal ini dapat membuat mereka Menyusun strategi untuk situasi konflik yang terjadi.

Dua anak dengan dua kepribadian yang berbeda tentu membuat konflik sangat mudah terjadi. Terlebih usia mereka juga belum matang secara emosional, sehingga beberapa anak akan kesulitan mengelola emosi. Hal ini dapat memicu terjadinya pertengkaran saudara.

Pertengkaran antar saudara nantinya akan berkurang seiring bertambahnya usia. Bertambahnya usia akan membuat emreka belajar lebih banyak dalam banyak hal mulai dari mengelola emosi, hingga tolerasi antar sesama. Beberapa saudara mungkin saja akur, namun pasti ada perbedaan dalam pola pikir keduanya.

Fakta tentang persaingan antar saudara kandung

Faktanya persaingan antar saudara kandung umumnya terjadi pada anak-anak yang berjenis kelamins ama dan usianya berdekatan.  Tingkat persaingan antar saudara kandung akan lebih rendah saat keduanya dieprlakukan dengan sama dan posisi mereka tetap dihargai.

Persaingan antar saudara kembar

Fakta juga menemukan persaingan yang meningkat pada kasus kembar identik. Seringnya kedua saudara dibandingkan akan beresiko menyebabkan terjadinya persaingan dan permusuhan. Rendah diri, depresi, dan rasa cemburu lebih mungkin dirasakan saat salah satu anak lebih unggul. Studi menunjukkan bahwa salah satu kembar yang tidak unggul akan meninggalkan sebuah aktivitas. Misalnya saja kedua kembar memiliki aktivitas berkuda, namun si A lebih ungul, maka si B cenderung akan malas untuk berkuda. Hal ini dilakukan untuk menghindari persaingan langsung, bahkan jika mereka sendiri memiliki potensi yang besar. Jadi, hentikan membanding-bandingkan keduanya.

Mempersiapkan anak Anda untuk kehadiran saudara baru

Adanya saudara baru bisa jadi membuat kakak merasa senang karena adanya sudara, namun di satu sisi bisa juga menyebabkan rasa cemburu pada si kakak. Hal ini wajar terjadi, karena perhatian yang awalnya untuk si kakak, saat ini harus terbagi dengan si adik.

Anak yang lebih tua cenderung memiliki banyak hal untuk dihadapi saat ada saudara baru. Barangnya akan digunakan ke adiknya, misal baju yang dulu untuknya bisa saja digunakan adiknya. Anak yang lebih tua cenerung mampu mengekspresikan perasaannya melalui perilaku. Sebagai orantua, cobalah peka akan hal ini dan tanggapi perasaannya serta berikan dukungan.

Akan sulit untuk mempersiapkan anak-anak dengan usia di bawah 18 bulan dengan kehadiran anggota keluarga baru. Hal ini karena kosakata dan pemahaman mereka masih terbatas. Saat usia anak sudah cukup, maka kakak akan lebih mudah untuk diberi pengertian dan peran pentingnya dalam menjaga adik. Libatkan kakak dalam hal ini. Jangan lupakan juga peran ayah untuk membantu memberi pengertian kepada kakak. 

Sebelum adik muncul, ada baiknya Bunda mulai membiasakan diri untuk melakukan perubahan jauhari sebelum adik lahir. Darimana perubahan ini  bisa dimulai? Mari kita lanjutkan di bagian selanjutnya untuk menambah pengetahuan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Red Flag Saat Kencan Pertama Yang Wajib Diwaspadai

Memiliki teman sebanyak-banyaknya memang menyenangkan, namun pernahkah Anda