Mengamuk adalah bagian normal dari perkembangan si kecil. Marah adalah salah satu cara si kecil untuk mengespresikan kebutuhan dan keinginannya. Penting bagi orang dewasa untuk mendampingi anak-anak yang emosinya belum matang ini. 

Seiring korteks (bagian otak yang berfungsi untuk berfikir) semakin matang, maka kemampuan anak-anak untuk mengelola emosinya juga akan semakin baik.

Meskipun anak-anak masih terlalu kecil untuk mengatur emosi dan perilakuknya, dengan dukungan orangd ewasa, mereka akan mampu mengatur besama suasana hati mereka, misalnya dengan tetap bersikap tenang, memberikan perhatian hingga mereka tenang.

Pada dasarnya anak-anak membutuhkan bantuan orang dewasa karena mereka sebenarnya tidak mampu mengelola perasaannya sendiri.

Munculnya Tantrum pada Fase Perkembangan Anak

Anak-anak adalah makhluk emosional yang mengekspresikan perasaan mereka melalui perilaku mereka. Kemampuan berpikir dan emosinya belum matang, sehingga mereka cenderung tidak mampu menenangkan diri sendiri.

Untuk itulah mereka membutuhkan bantuan orang dewasa untuk membantu mengelola emosinya. Ketika seorang anak kecil sedang meluapkan emosinya, penting bagi orang dewasa untuk tetap merespons dengan tenang dan rasional.

Tantrum sering terjadi saat anak memasuki usia18 bulan hingga empat tahun, tetapi setiap anak berbeda. Beberapa anak bahkan ada yang fase tantrumnya sangat sedikit. Semakin dewasa usia anak, maka mereka akan mampu mengelola perasaannya tanpa bantuan orang dewasa.

Pemicu Munculnya Tantrum

Munculnya tantrum memang hal yang wajar terjadi, namun ada beberapa faktor pemicu tantrum yang dapat terjadi, diantaranya:

  1. Stress, lapar, dan rasa lelah
  2. Lingkungan yang berisik atau ramai 
  3. Frustrasi  karena merasa tidak dipahami akibat belum mampunya anak berkomunikasi
  4. Kesal misalnya, karena orang tua bereaksi marah atau menertawakan anak
  5. Bingung – misalnya, karena pola pengasuhan yang tidak konsisten atau pengasuh bereaksi berbeda terhadap emosi yang dialami

Tips Untuk Memahami Tantrum

Jika si kecil tantrum, cobalah untuk memahami perasaannya dan ingatlah bahwa:

Sebenarnya perasaan ini menakutkan bagi si kecil, dan mereka sebenarnya ingin menghindarinya, namun si kecil tidak memiliki ketrampilan untuk mengatasinya.

Mereka tidak sengaja bersikap tantrum. Tentu ada penyebabnya

Mereka membutuhkan dampingan Anda untuk membantu mereka melewatinya

Mereka tidak dapat menenangkan diri sendiri

Tips Untuk Mencegah Tantrum

Tantrum memang fase yang wajar dialami anak-anak, namun jika tantrum ini berkelanjutan apalagi terjadi di tempat umum, maka harus ada cara untuk menghentikan tantrum si kecil. Bagaimana caranya? Apakah harus dengan kekerasan?

Cobalah untuk meluangkan waktu bersama saat di ekcil tenang. Pastikan juga si ekcil cukup tisur dan istirahat. Berikan makanan teratur diselingi camilan sehat. Termukan cara untuk membantu anak berkomunikasi, misalnya cobalah membiarkan mereka untuk berkomunikasi, karena anak-anak hanya berbicara sekitar 50 kata saja dan belum mampu berkomunikasi dengan baik. Untuk membantu perkembangan bicara, cobalah bacakan dongeng atau buku sebanyak mungkin.

Selain itu ada beberapa hal lagi yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi anak tantrum yang bisa bunda coba. Jangan lupa membaca dan praktekkan ya Bunda.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Cara Ampuh Mengatasi Anak Tantrum Yang Bisa Bunda Coba