Setelah dibahas pada Bagian I mengenai gejala keguguran yang perlu diwaspadai, mari kita lanjutkan membaca pada Bagian ke II agar semakin tahu. Masih ada beberapa gejala yang ditunjukkan saat seseorang keguguran, karena ada beberapa gejala berbeda yang ditunjukkan di tiap trimesternya. Gejala ini bisa saja berbeda pada setiap ibu hamil, namun gejala ini umum sekali ditunjukkan pada ibu hamil. 

Keguguran trimester kedua

Keguguran yang terjadi saat trimester kedua umumnya disebabkan karena adanya masalah Kesehatan jangka Panjang, terutama jika penyakit ini tidak dikendalikan dengan baik. Umumnya masalah kesehatan ini meliputi:

  1. Diabetes (jika tidak terkontrol dengan baik)
  2. Tekanan darah tinggi yang parah
  3. Lupus
  4. Penyakit ginjal
  5. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
  6. Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme)
  7. Infeksi seperti rubella, vaginosis bakteri, malaria, sifilis, dan lainnya juga dapat meningkatkan resiko keguguran

Keracunan makanan

Keracunan makanan akibat ibu hamil yang mengkonsumsi makanan terkontaminasi juga dapat meningkatkan resiko keguguran, misalnya saja:

  1. Listeriosis – paling sering ditemukan pada produk susu yang tidak dipasteurisasi
  2. Toksoplasmosis – yang dapat tertular karena mengonsumsi daging yang  mentah atau setengah matang
  3. Salmonella – paling sering disebabkan karena mengonsumsi telur mentah atau setengah matang

Obat-obatan

Obat-obatan yang Anda konsumsi  juga dapat beresiko menyebabkan keguguran, seperti: 

  1. Misoprostol – digunakan untuk tukak lambung
  2. Retinoid – digunakan untuk eksim dan jerawat
  3. Metotreksat – digunakan untuk kondisi seperti rheumatoid arthritis
  4. Obat antiinflamasi nonsteroid (nsaid) – seperti ibuprofen; ini digunakan untuk nyeri dan peradangan

Untuk memastikan obat aman selama kehamilan, selalu konsultasikan dengan dokter, bidan, atau apoteker sebelum mengkonsumsinya.

Struktur rahim

Masalah dan kelainan pada rahim juga dapat meningkatkan resiko keguguran di trimester kedua. Kemungkinan masalah meliputi:

  1. Pertumbuhan tumor jinak non-kanker di rahim yang disebut fibroid
  2. Bentuk rahim yang tidak normal
  3. Serviks yang lemah
  4. Dalam beberapa kasus, otot serviks (leher rahim) lebih lemah dari biasanya

Serviks yang lemah dapat disebabkan oleh cedera sebelumnya pada area ini, biasanya setelah prosedur pembedahan. Kelemahan otot dapat menyebabkan serviks terbuka terlalu dini selama kehamilan, yang menyebabkan keguguran.

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS adalah suatu kondisi dimana ukuran ovarium lebih besar dibandingkan ukuran normal akibat adanya perubahan hormon pada ovarium. PCOS seringkali menjadi penyebab utama infetilitas karena dapat mencegah pelepasan sel telur atau ovulasi beebrapa peneltiian juga menemukan bahwa PCOS berkaitan erat dengan resiko keguguran.

Kesalahpahaman tentang keguguran

Beberapa orang mungkin mengalami salah paham mengenai keguguran. Peningkatanr esiko ekguguran umumnya tidak berkaitan erat dengan:

  1. Kondisi emosional yang terjadi selama kehamilan, seperti stres atau depresi
  2. Kondisi syok atau ketakutan selama kehamilan
  3. Olahraga selama kehamilan. Olahraga justru baik dilakukan selama kehamilan, namun sebelum melakukannya, anda harus berkonsultasi dahulud engan dokter atau tenaga kesehatan anda
  4. Mengangkat beban atau mengejan selama kehamilan

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Berani Berkata Tidak Dengan Elegan

Apakah Anda adalah tiper orang yang sulit untuk