Kehamilan adalah masa-masa yang dinantikan, terutama bagi pasangan. Adanya keturunan tentu menjadi hal yang dinanti. Beberapa orang percaya bahwa kehamilan akan semakin mempererat hubungan Anda dan pasangan. Namun, bagaimana jika hal yang ditunggu-tunggu ini justru hilang?

Keguguran adalah hal yang paling tidak diinginkan. Keguguran adalah hilangnya kehamilan di 23 minggu pertama. Gejala umumnya ditandai dengan pendarahan pada area vagina disertai rasa kram serta nyeri pada perut bagian bawah.

Terkadang, keguguran ini mungkin tidak menimbulkan gejala dan baru diketahui saat pemeriksaan USG rutin Anda. Penting untuk mengetahui penyebab pendarahan pada vagina selama kehamilan. Segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami pendarahan ini.

Penyebab keguguran

Ada beberapa penyebab terjadinya keguguran, walaupun kadang penyebabnya tidak bisa diidentifikasi. Umumnya keguguran bukan disebabkan karena apa yang Anda lakukan, namun sebagaian disebabkan akrena abnormalnya kromosom pada bayi. Kromosom sendiri adalah bawaan geentik yang membantu perkembangan bayi.

Jika bayi memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit kromosom, ia tidak akan berkembang dengan baik. Kebnayakan kasus keguguran ini juga terjadi sekali saja dan sebagian roang akan berhasil hamil kembali.

Mencegah Keguguran

Sebagian besar keguguran tidak dapat dicegah, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah resiko terjadinya keguguran, diantaranya:

  1. Hindari merokok dan minum alkohol selama kehamilan.
  2. Jagalah agar berat bada tetap ideal sebelum hamil. Jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan sehat dan vitamin yang diresepkan dokter.

Jika Anda memiliki riwayat dan gejala keguguran, biasanya dokter akan merujuk Anda kerumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya akan dilakukan USG untuk menentukan apakah ada resiko keguguran atau tidak.

Umumnya saat keguguran janin akan keluar secara alami saat kehamilan berusia 1-2 minggu. Terkadang dokter akan merekomendasikan obat untuk membantu pengeluaran janin. Dokter bisa juga menyarankan operasi untuk pengeluaran janin.

Setelah Keguguran

Keguguran dapat menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan  baik secara emosional dan fisik. Mungkin saja Anda merasa bersalah dan marah atas apa yang Anda alami. Saat ini banyak sekali layanan konseling untuk membantu pasangan yang baru saja kehilangan.

Mungkin Anda bisa mengadakan acara peringatan untuk si kecil yang telah berpulang. Ini akan membantu mengurangi rasa bersalah. Nanti setelah Anda siap secara emosional dan fisik, Anda bisa mencoba untuk kembali hamil.

Penting untuk diingat bahwa sebagian besar kasus keguguran adalah aksus Tunggal yang nantinya bisa diikuti dengan kehamilan yang sehat.

Seberapa umumkah keguguran?

Jangan merasa bersalah jika Anda mengalami keguguran, karena hal ini umum dialami oleh beberapa orang. Diperkirakan sekitar 1 dari 8 kehamilan cenderung berakhir dengan keguguran. Banyak keguguran terjadi bahkan sebelum seseorang mengetahui kehamilannya.

Umumnya keguguran ditandai dengan adanya pendarahan pada area vagina. Hal ini dapat bervariasi, mulai dari bercak ringan, cairan keputihan, hingga pendarahan hebat. Pendarahan dapat datang dan pergi selama beberapa hari.

Ada kondisi lain yang dapat menyebabkan perdarahan vagina selama kehamilan, tetapi Anda harus selalu memeriksakannya. Segera hubungi dokter jika Anda mengalaminya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Berani Berkata Tidak Dengan Elegan

Apakah Anda adalah tiper orang yang sulit untuk