Jerawat menjadi salah satu masalah yang nampaknya hampir dialami setiap orang. Seperti yang telah di bahas pada bagian pertama, jerawat juga dapat disebabkan akrena faktor dari dalam, yakni hormonal. Jerawat hormonal adalah jerawat yang terjadi akibat adanya eprubahan hormon. Jerawat ini seringkali sulit untuk diatasi, namun bukan berarti tidak bisa diatasi, karena ada beberapa cara untuk mengatasinya. Yuk kita lanjutkan pembahasannya

Mencoba Dahulu Perawatan Dalam Satu Waktu

Saat ini, beberapa perawatan dan produk penghilang jerawat sudah tersedia dan dapat diperoleh dengan mudah tanpa resep dokter. Namun, bukan berarti Anda harus mencoba semua solusi. Mencoba beragam produk hanya akan membuat kulit terbebani dengan banyak produk.

Spiering menyarankan, “Mulailah dengan perawatan sederhana seperti asam salisilat 2 persen. Umumnya kandungan ini ada di dalam lotion dan tidak menyebabkan iritasi. Gunakan selama beberapa minggu dan lihatlah apakah ada perbedaan”.

Beberapa kandungan tambahan yang dapat dipilih, diantaranya asam azelaic, benzoil peroksida, adapalene, dan lainnya. Cobalah menggunakan beberapa skincare dengan kandungan bahan ini dan lihat perkembangannya.

Jika memang sudah menggunakan beberapa produk dan belum ada perkembangan, jangan ragu untuk membawa permasalahn kulit Anda ke dokter, karena beberapa masalah kulit tidak bisa Anda tangani sendiri.

Dengan mengunjungi dokter, Anda akan mendapatkan perawatan yang pasti, karena dokter akan melakukan pemeriksaan sebelumnya.

Pertimbangkan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal

Sat perawatan jerawat tidak ada yang berhasil, maka Anda dapat menggunakan kontrasepsi hormonal. Namun, penggunaan pil kontrasepsi ini harus atas persetujuan dokter Anda, karena pil ini belum tentu cocok untuk semua orang. Pada beberapa orang, penggunaan pil ini dapat merepotkan, bahkan memperburuk kondisi kulit.

Mengatasi Jerawat Hormonal Tanpa Minum Obat. Bisakah?

Menggabungkan diet dengan membatasi konsumsi makanan olahan dan alkohol ditambah mengelola stress, tidur dan istirahat cukup, dan mencuci wajah untuk mengatasi jerawat hormonal. Sayangnya, merubah ini pun tak cukup untuk mengatasi jerawat homonal, karena jerawat hormonal yang membandel seringkali membutuhkan krim topical yang diresepkan oleh dokter. Umumnya dokter akan meresepkan krim dengan kandungan retinoid atau spironolactone.

Belajar Menerima Kulit Hormonal

Memiliki jerawat hormonal menjadi satu hal yang cukup merespotkan, karena Anda harus telaten untuk mengatasi. Anda pun harus rutin melakukan perawatan kulit agar jerawat hormonal tidak semakin membandel. 

Terkesan sepele, namun menerima kondisi Anda dengan jerawat hormonal menjadi salah satu cara untuk membuat perasaan lebih baik. Dengan menerima kekurangan yang Anda pada diri kita, kita akan terhindar dari ekspektasi kulit yang sempurna.

Seringkali kita melihat gambar-gambar yang ada di sosial media yang menunjukkan kulit mulus tanpa cela. Hal ini bisa bisa saja membuat kita merasa rendah diri. Banyak foto yang telah diedit, sehingga jangan percaya apapun yang Anda lihat di sosial media. Kita semua cantik dan unik apa adanya.

HIndari membuka akun-akun yang akan membuat Anda sedihd an merasa insecure. Fokuslah pada penampilan yang membuat Anda nyaman. Tidak harus menggunakan skincare dan barang mewah, namun yang terpenting Anda tampil bersih, rapi, dan wangi. Cantik juga tak harus berarti putih.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Mengatasi Rambut Bercabang Tanpa Perlu Ke Salon (Bagian I)

Rambut menjadi salah satu bagian tubuh yang menunjang