Rutinitas perawatan tubuh tidak akan lengkap tanpa adanya pembersihan. Sebelum mengaplikasikan beragam skincare, ada baiknya Anda membersihkannya terlebih dahulu. Dengan kulit yang ebrsih, maka skincare akan eresap sempurna dan bekerja maksimal.
Dalam pembersihan umumnya produk yang digunakan adalah sabun. Saat ini banyak sekalis abun yang dijual di pasaran, terutama sabun cair dan sabun batang. Kedua jenis sabun ini mampu membantu membersihkan, menyegarkan, dan menutrisi kulit, namun ekduanya sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Lalu, mana yang lebih baik?
Mengenal Perbedaan Sabun Batang vs. Sabun Cair
Baiks abun batang maupun cair terdiri dari bahan pembersih dan kedua produk ini sebenarnya sama-sama memiliki tujuan untuk mengangkat kotoran dan minyak pada kulit. Sayangnya formulasi dan proses pembuatannya berbeda. Sabun batangan sendiri dibuat melalui [proses kaustik yang melibatkan pemanasan minyak dan lilin serta penambahan larutan alkali. Campuran ini akan didiamkan selama enam hingga delapan minggu, sehingga bahan-bahan kimianya menguap.
Berbeda dengans abun cair, sabun batang memerlukan proses pembuatan yang sama dan umumnya dianggap lebih lembut dan tidak membuat kulit ekring seperti sabun batang. Sabun cair juga memiliki kandungan air, sehingga tidak terlalu pekat. Sabun mandi cair juga ideal untuk mengatasi jenis dan kondisi kulit tertentu karena did alamnya mudah sekali ditambahkan bahan-bahan baik untuk kulit, seperti pelembab, pembersih, dan bahan pengelupas.
Keuntungan dan Kerugian Sabun Batangan
Sabun batang memiliki keunggulan Dimana ia memiliki formula tanpa air, sehingga kemungkinan sabun ini menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri sangat kecil (kecuali jika penyimpanannya salah). Inilah yang membuat sabun batang tidak membutuhkan banyak pengawet did alamnya. Sabun batangan juga membutuhkan lebih sedikit kemasan, sehingga sangat ramah lingkungan dan mudah untuk digunakan.
Sayangnya sabun batang memiliki kandungan PH yang cukup tinggi. Sabun batangan rata-rata memiliki pH antara sembilans ampai sepuluh yang tidak dapat diturunkan karena banyaknya langkah untuk memformulasikannya. pH yang cukup tinggi inid apat menyebabkan kulit ekring pada beberapa orang. Namun, saat ini sudah banyak produsesn sabun yang menambahkan minyak dan pelembap untuk mencoba mengatasi hal ini. Beberapa sabun batangan juga cenderung meninggalkan residu yang tidak menyenangkan baik pad akulit maupun kamar mandi, sehingga menyebabkan kulit elngket dan lantai kamar mandi mudah licin.
Keuntungan dan Kerugian Sabun Mandi Cair
Beberapa orang cenderung lebih memilih sabunc air dibandingkans abun batang karena sabun mandi cair umumnya dibuat menggunakan bahan lembut yang menenangkan serta menghidrasi. Beberapa sabunc air bahkan memiliki kandungan emolien dan ceramide untuk membuat kulit lembut tanpa menggangu lapisan minyak alami pada kulit.
Penggunaan sabun car juga dianggap lebih higienis karena kemasannya berada dalam botol dan membuat penggunaannya tidak bersentuhan dengan air atau elemen lain yang beresiko menimbulkan bakteri. Sabunc air juga memiliki pH yang cenderung mendekati kulit, sehingga sabun cair sangat bermanfaat bagi pemilik kulit kering.
Sayangnya, produsen sabun plastik cenderung menggunakan kemasan plastik yang kurang ramah lingkungan. Walaupun sudah menggunakan kemasan daur ulang, tetap saja kemasan ini akan menjadi sampah.
Facebook Comments