Puasa adalah periode dimana Anda tidak akan makan dan minum dalam jangka waktu tertentu. Puasa akhir akhir ini menjadi topik yang semakin banyak dibicarakan karena popularitas puasa intermitten. Puasa intermitten dianggap sebagai salahs atu memtode fekstif untuk emnurunkan berat badan.
Tetapi apa sebenarnya puasa itu, dan apakah semua puasa itu sama dan memberikan manfaat yang sama pula?
Puasa sendiri adalah menahan diri untuk tidak makand an minujm dalam jangka waktu tertentu. Berbagai jenis puasa memiliki aturannya sendiri terkait apa yang boleh dimakan dan berapa lama durasi berpuasanya.
Puasa benar-benar telah ada sejak jaman dahulu. Pada jaman dahulu, nenek moyang kita akan berpuasa (tidak makan) saat tidak ada makanan dan makan keita tersedia makanan.
Puasa Bukan Hanya Tentang Berat Badan
Konsep berpuasa sendiri sebenarnya tidak harus selalu berhubungan dengan penurunan berat badan. Beberapa tindakan mogok makan bahkan telah dilakukan untuk menyuarakan pendapat. Sebut saja mahatma Gandhi yang memprotes pemerintahan Inggris dengan melakukan mogok makan hingga hingga tiga minggu berturut-turut antara tahun 1913 dan 1948.
Keagamaan
Puasa juga dilakukan atas dasar perintah agama, misalnya saja seperti sekarang dimana umat Islam akan berpuasa selama 30 hari penuh dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa ini dilakukan sebagai bentuk pengingat betapa banyaknya orang yang kurang beruntung, sehingga kita harus terus bersyukur.
Berbeda dengan umat Kristen Ortodoks Yunani yang berpuasa setiap tahunnya, termasuk Natal, Prapaskah, dan Kenaikan Maria. Tentu puasa ini memiliki maksud baik tersendiri.
Persiapan Operasi
Puasa juga bisa dijadikan bagian dari persiapan operasi. Saat seseorang akan menjalani prosedur operasi yang melibatkan anestersi, kemungkinan Anda akan diminta untuk berpuasa. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar tidak ada cairan dan makanan yang masuk ke dalam paru-paru. Ikuti arahan dokter, karena baisanya dokter akan memberi arahan terkait durasi berpuasa serta makanan yang diperbolehkan dan sebaiknya tidak dikonsumsi.
Resiko dan Efek Samping Dari Berpuasa
Berpuasa sendiri memberikan manfaat luar baisa bagi tubuh. Sayangnya, tidak semua orang bisa berpuasa, karena ada beberapa resiko yang sapat terjadi saat seseorang berpuasa, diantaranya:
Dehidrasi. Dapat terjadi jika puasa dilakukan tanpa memperhatikan asupan cairan tubuh. Akibatnya, tubuh beresiko mengalami dehidrasi yang ditandai dengan gejala pusing, lelah, hingga terjadinya gangguan ginjal.
Gangguan Makan. Puasa yang dilakukan tanpa pegawasan ahlis erta ekstrim dapat membuat seseorang mengalami gangguan makan (umumnya makan berlebihan saat berbuka puasa)
Terganggunya Metabolisme Tubuh. Metabolisme tubuh rentan mengalami gangguan saat puasa dilakukan tanpa pengawasan. Menurunnya metabolisme dapat ditandai dengan penurunan energi dan bahkan masa otot.
Kemlompok Tertentu. Puasa memang memberikan manfaat luar biasa, namun ada beberapa kelompok yang sebaiknya tidak berpuasa. Biasanya kelompok ini juga akan diberi keringanan oleh agama untuk tidak berpuasa, diantaranya ibu hamil, lansia, hingga seseorang yang memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes atau gangguan jantung.
Walaupun berpuasa memberikan manfaat , namun penting untuk berpuasa dengan bijak dan memastikan tubuh tetap ternutrisi cukup. Taka da salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan tips berpuasa sehat.
Facebook Comments