Perjalanan wisata harusnya merupakan sesuatu yang menyenangkan. Inilah masa dimana kita bisa menyegarkan kembali pikiran dan bebas menikmati momen serta keindahan alam atau kekayaan budaya yang menarik. Sayangnya, momen-momen yang seharusnya begitu berharga dan menyenangkan ini kadangkala justru merepotkan bagi beberapa orang: traveling ke tempat-tempat jauh justru membuat mereka jatuh sakit, seperti pilek, batuk, atau demam. Justru merepotkan.

Mengapa hal ini terjadi? Berikut penejelasannya menurut para ahli.

  1. Bandara dan stasiun kereta adalah sarang virus.

Area-area tempat transit massal adalah pelaku utama mengapa perjalanan wisata seringkali dinodai dengan sakit. Di bandara atau stasiun, kamu dikelilingi banyak orang dalam area tertutup. Di dalam pesawat, memang udara disaring keluar, tapi kamu duduk sangat dekat dengan banyak orang asing yang kamu tak bisa menjamin mereka semua sehat. Jika ada salah satu yang terserang flu lalu bersin atau batuk, akan mudah untuk menular pada orang-orang di sekitarnya.

Kalau kamu mau aman, mintalah vaksinasi sebelum melakukan perjalanan di musim-musim flu. Jika kamu berwisata menuju negara asing, kamu tidak boleh lupa membawa obat pilekmu karena bisa jadi kamu tak akan menemukan obat favoritmu di negara tersebut. Selain itu, jangan lupa bahwa permukaan obyek-obyek di tempat umum tertutup banyak mikroba jahat, jadi selalu cuci tanganmu.

  1. Negara asing bisa jadi rumah penyakit asing

Beberapa negara masih memiliki ancaman penyakit-penyakit tertentu. Di negara-negara ini, lebih umum terserang sebuah penyakit daripada di negara lainnya. Di negara kita sendiri, di musim-musim tertentu umum terjadi demam berdarah dan tifus. Di negara atau daerah lain, bisa jadi diare dan malaria juga masih merupakan ancaman yang umum bagi warga sekitar. Karena itulah lebih baik kamu selalu meriset tempat tujuan wisata dan mempersiapkan untuk skenario terburuk.

  1. Air yang tidak bersih

Di beberapa area, air bisa jadi terkontaminasi, sehingga meminumnya bisa menyebabkan beberapa macam penyakit seperti diare. Sebagai orang asing yang tidak biasa dengan air di daerah tersebut, tubuhmu mungkin lebih sensitif dibandingkan warga asli karena tak biasa mendapatkan mikroba itu dalam tubuhmu.

Karena itu, jika kamu belum tahu pasti, lebih baik jangan merebus air keran di daerah baru dimana kamu melakukan perjalanan wisata. Minum saja air minum dalam kemasan yang kamu sudah akrab.

  1. Stres dan kelelahan bisa membuatmu lebih rentan

Memang, wisata artinya adalah rileksasi dan bersenang-senang. Tapi, mempersiapkan perjalanan bisa menjadi sesuatu yang membuatmu stress. Kamu harus mengurusi segala macam dokumen, booking tiket pesawat dan hotel, mengatur itinerary perjalanan, melakukan packing dan mengecek berkali lipat apakah kamu sudah mempersiapkan semuanya, belum lagi kecemasan dan perdebatan-perdebatan kecil dengan keluarga atau teman travelingmu. Stress yang kamu rasakan bisa memperlemah sistem kekebalan tubuhmu sehingga kamu jadi lebih mudah terserang penyakit. Apalagi jika kamu kelelahan, maka kamu beresiko jatuh sakit di momen yang harusnya menyenangkan itu.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

7 Manfaat Mengejutkan dari Minum Air Panas untuk Kulit Anda

Panas atau dingin, segelas air dapat bertindak sebagai