Sembelit adalah suatu kondisi terjadinya gangguan pencernaan yang biasanya ditandai dengan kerasnya feses dan kesulitan untuk buang air besar. Sembelit tak hanya dialami oleh dewasa, namun anak-anak juga bisa mengalami sembelit ini. Saat sembelit datang, maka anak-anak akan rewel karena ketidaknyamanan yang mereka rasakan. Bagaimana cara mengatasi sembelit pada anak agar ia dapat kembali beraktivitas dengan nyaman?

Mengenali Tanda Sembelit Pada Anak

Merawat anak yang sedang sakit bukanlah pekerjaan mudah, terlebih jika anak mengalami sembelit. Terlebih jika anak-anak dalam masa pertumbuhan. Ada beberapa hal penyebab terjadinya sembelit, salah satunya adalah pengenalan makanan baru. Sebagai orangtua Anda harus mengetahui tanda awal terjadinya sembelit.

Sembeli pada anak sebenarnya cukup sulit untuk dikenali, karena sangat normal bagi anak untuk tidak buang air besar setiap hari. Maria Olive Hemker, MD dari di Johns Hopkins Children’s Center di Baltimore mengungkapkan, “Menginjak tiga tahun ke atas, frekuensi buang air besar anak yang normal bervariasi antara 3 kali seminggu hingga tiga kali sehari”.

Anda harus khawatir saat di kecil buang air besar dengan frekuensi kurang dari 2 kali dalam seminggu yang disertai nyeri pada area perut. Selain itu umumnya tinja yang dikeluarkan akan keras dan kering. 

Anda harus khawatir tentang sembelit jika anak Anda buang air besar kurang dari dua kali seminggu, mengeluh sakit di perut atau saat buang air besar, atau mengeluarkan tinja yang keras dan kering. Berikut adalah alasan umum mengapa orang dewasa juga mengalami sembelit.

Mengatasi Sembelit Pada Anak

Sembelit yang dialami oleh anak tentu akan membuat mereka merasa tidak nyaman. Saat sembelit ada beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk membantu meringankan gejala ini, diantaranya:

Fokus Pada Serat

Anak-anak umumnya adalah pemilih makanan, sehingga orangtua nampaknya harus memperhatikan menu makanan si kecil agar mendapatkan makanan bergizi seimbang dan cukup serat. Kurangnya serat dapat menyebabkan sembelit yang bersifat kronis. Salahs atu langkah untuk emncegah terjadinya sembelit adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat.

Lebih lanjut Olivia Hemker menjelaskan bahwa orangtua perlu memperkenalkan makanan dengan warna beragam seperti wortel, jagung, sawi, dan makanan sehat lainnya. Orangtua harus memberi contoh agar anak-anak juga mau tutur serta mengkonsumsi makanan sehat. Jangan lupa juga untuke menghindari makanan cepat saji.

Tetapkan Rutinitas Kamar Mandi

Seringkali sembeli pada anak disebabkan karena adanya alasan mental. MIsalnya saja, anak-anak tidak ingin berhenti bermain, sehingga mereka cenderung menahan atau bisa jadi mereka kurang nyaman menggunakan toilet rumah atau toilet diluar rumah, sehingga mereka cenderung menahan.

Untuk mengatasinya, cobalah menetapkan rutinitas anak menggunakan kamar mandi. Anda bisa membiarkan si kecil menggunakan toilet pada saat jam yang telah ditetukan, misalnya setelah sarapan atau sebelum bepergian. 

Berikan Waktu Di Toilet

Terkadang perasaan ignin buang air besar tidak muncul begitu saja. Ia butuh ditunggu beberapa menit hingga akhirnya terasa ingin buang air besar. Karena itu, cobalah untuk memberikan banyak waktu di toilet untuk membantu si kecil merasakan buang air besar.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Mengenal Nutrisi Dan Manfaat Jus Wortel Untuk Kesehatan (Bagian II)-end

Wortel menjadi salah satu sayuran yang mudah kita