Setiap orang tentu menginginkan hubungan yang harmonis sampai maut memisahkan. Sayangnya, beberapa apsangan justru merasa jauh dan mengalami penurunan gairah setelah menjalin hubungan dalam jangka waktu tertentu. Lalu bagaimana hubungan ini kedepannya? 

Cobalah untuk mengecek kembali rutinitas Anda berhubungan seksual, mungkin Anda sudah lama tidak melakukannya. Selain menjadi salah satu pilar harmonisnya rumah tangga, kegiatan ini juga bsia menjadi sarana untuk lebih mengenal pasangan. 

Berapa lama waktu tanpa seks dalam sebuah hubungan?

Sebenarnya beberapa ahli tidak percaya adanya waktu tertentu untuk sebuah pasangan tidak berhubungan seksual, karena setap hubungan itu unik dan banyak sekali faktor yang mendasari, seperti perubahan gaya hidup, stress, keterbatasan waktu, kesehatan mental maupun fisik, dan banyak faktor yang berperan dalam keinginan untuk berhubungan seksual.

Sebagau terapis seks dan hubungan, Hauser mengungkapkan bahwa ia telah melihat banyaknya hubungan yang berhasil walaupun tanpa melakukan hubungan seks secara rutin. “Jika ada kepuasan bersama dalam suatu hubungan, maka tidak ada batasan waktu tertentu untuk mendefinisikan hubungan yang sehat”.

Tatiana Rivera, L.I.C.S.W., seorang terapis klinis mengatakan bahwa ia menetapkan parameter rata-rata masa kering (seseorang tidak melakukan hubungan seksual) selama 2-6 bulan. Tapi, sebenarnya Hauser memilih untuk tidak menggunakan istilah masa kering, karena dapat menyebabkan munculnya perasaan bersalah, malu, atau ketidakmampuan yang hanya membuat keadaan semakin buruk. Hauser justru melihat kurangnya hubungan seksual sebagai masalah jika ia menyebabkan kesulitan atau ketidakpuasan dalam sebuah hubungan atau kedua pasangan.

Hauser melanjutkan, “Yang terpenting adalah mendefinisikan apa yang dibutuhkan pasangan satu sama lain untuk merasakan hubungan intim dan membina momen-momen tersebut”. Masalahnya kebutuhan dan keinginan ini tentu akan selalu berubah. Mungkin saja apa yang terasa menyenangkan dan intim di minggu ini belum tentu terasa sama di minggu berikutnya. Hauser menyarankan untuk mengutamakan komunikasi agar tercapai hubungan yang diinginkan.

Seks Yang Sehat Dalam Suatu Hubungan

Sangat normal dan wajar jika pola dan frekuensi seksual akan berubah seiring waktu. Namun studi tahun 2017 menemukan rata-rata orang dewasa akan berhubungan seksual sekali dalam seminggu atau 54 kali per tahun. Studi lain di tahun 2015 menemukan hubungan seksual yang dilakukan seminggu sekali akan menghasilkan kebahagiaan terbesar bagi pasangan.

Namun hauser mengungkapkan, “Jangan merasa tertinggal jika kehidupan seks Anda tidak sesuai dengan angka-angka ini, karena setiap pasangan akan berbeda”. “Pasangan yang saya kagumi dan percaya akan saling mendukung satu sama lain dan saling menumbuhkan rasa percaya diri untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan satu sama lain”

Alasan Dibalik Jarangnya Berhubungan Seks

Menurunnya libido menjadi salahs atu alasan menurunnya gairah untuk berhubungans eksual. Banyak faktor yang menyebabkan turunnya libido ini, diantaranya adalah banyaknya pekerjaa, masalah kesehatan, menopause, dan lainnya. Yang penting pasangan dapat menjaga kualitas keintiman dan koneksi emosional satu sama lain.

Itulah pembahasan mengenai berapa lama pasangan bisa tidak melakukan hubungan seksual. Sebaiknya Anda jangan menjadikan hal tersebut patokan. Selama Anda dan pasangan tetap bahagia serta dapat menjaga keromantisan, maka hal ini tidak masalah. Namun, jika jarangnya hubungan seksual mempengaruhi hubungan Anda dan pasangan, tak ada salahnya jga mencari cara untuk meningkatkan kehidupan seks Anda. Selain itu Anda juga bisa menemui tenaga kesehatan untuk berkonsultasi.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Kiat Agar Lebih Banyak Bergerak Sepanjang Hari (Bagian II)-end

Pernahkah Anda merasa lelah walaupun tidak banyak bergerak?