Meneruskan hubungan yang tidak sehat memang bukan sesuatu hal yang bijaksana. Tetapi meninggalkan hubungan yang masih bisa terselamatkan juga demikian. Terutama jika hubungan itu sudah berlangsung lama dan sudah merasa cocok satu sama lain. Mungkin saja dia melakukan satu kesalahan fatal yang tidak termaafkan, atau kalian selalu berbeda pendapat. Tetapi apakah ini benar-benar alasan yang tepat untuk putus dengannya atau suatu ujian terhadap kekuatan cinta kalian.

Karena itu, sebelum mengambil keputusan yang mungkin bakal jadi penentu dari hidupmu, dinginkan kepala dan renungankan baik-baik. Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, mungkin bisa membantumu memahami isi hati dan keinginanmu.

1. Apakah selama ini kamu bahagia bersamanya?

Tujuan dari sebuah hubungan pada akhirnya adalah untuk menemukan kebahagian. Terkadang cinta yang besar saja tidak berarti kamu bahagia bersamanya, dan sebaliknya, kamu bisa berbahagia dengan orang yang tepat walaupun kamu tidak cinta. Renungkanlah apa Dda bisa membuatmu bahagia selama ini dan untuk kedepannya. Stan Tatkin, PsyD, MFT seorang ahli terapi pasangan tidak merekomendasikan untuk memutuskan hubungan, sebelum kamu yakin bahwa kamu akan lebih bahagia tanpa dirinya.

2. Darimanakah Akar Permasalahannya?

Konsultan pasangan Julienne Derich, menyebutkan bahwa seringkali kita hanya menimbang keburukannya saja ketika menghadapi satu masalah ketika pacaran, dan lupa intropeksi diri sendiri. Dalam setiap pertengkaran, sebenarnya kedua belah pihak sama-sama terluka. Apa yang telah kamu lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut, apakah selama ini kamu sudah berusaha memahaminya? Jika selama ini penyebab ketidakcocokan adalah sifatmu, maka putus dengannya bukanlah pilihan yang tepat, karena kamu akan mengalami masalah yang sama dengan yang lain.

3. Setelah Putus, Apakah Semuanya Kembali Seperti Dulu?

Ingat-ingatlah saat sebelum kamu menjalin hubungan dengannya, apakah kamu bahagia? Apa hidupmu jauh lebih baik dari pada sekarang? Lalu bayangkan jika kamu berpisah dengannya, apa kamu bisa menciptakan situasi yang sama? Dan yang paling penting, apakah ini yang benar-benar kamu harapkan?

Jika jawaban dari semua pertanyaan itu masih belum jelas, mungkin putus hubungan bukalah penyelesaian dari masalahmu dengannya. Bisa saja seiring berjalannya waktu dan usaha dari kedua belah pihak, hubungan itu bisa diselamatkan.

4. Bagaimana Jika Dia Tidak Berubah?

Apakah kamu berharap dia berubah sesuai kamu inginkan? Apakah yang selama ini mengganggumu adalah sifatnya atau kebiasaannya? Tidak semua orang bisa merubah cara hidup dan sifat dasarnya. Besar kemungkinan dia tidak akan bisa menjadi seseorang yang romantis atau super perhatian. Jika memang kamu tidak bisa menerima sifatnya yang sekarang, mungkin memang sudah waktunya kalian berpisah. Tetapi jika kamu merasa bisa menerimanya apa adanya, mungkin masih ada harapan hubunganmu berlanjut.

Jangan terburu-buru mengambil keputusan. Bagaimanapun juga, kalian berdua pasti telah banyak menginvestasikan waktu, perasaan dan tenaga selama menjalin hubungan tersebut. Jangan sampai karena tergesa-gesa meminta putus, kamu akan menyesal di kemudian hari.

Baca juga Abis Putus Cinta Susah Move On? Inilah Penyebabnya

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

5 Hal Tak Terduga Ini Menunjukkan Bahwa Kamu Akan Bercerai

Tentu di dunia ini tidak ada pasangan yang