Gejala Pramenstruasi adalah gejala yang seringkali muncul menjelang datangnya menstruasi. Gejala ini seringkali diabaikan karena rutin muncul setiap bulannya dan dianggap sebagai hal yang normal terjadi. Padahal dari gejala-gejala ini kita dapat mengetahui normal dan tidaknya menstruasi yang kita alami. Kapan saatnya harus khawatir?

Meskipun kadang menstruasi datang tanpa gejala, namun kita harus mengetahui kapan gejala-gejala yang muncul ini dapat menjadi masalah?

Perubahan Emosi

Terjadinya perubahan suasana hati, termasuk depresi merupakan gejala awal PMS. Mudah tersinggung  dan muncul rasa cemas adalah gejala yang normal terkait dengan PMS. Kapan saatnya harus khawaitr? Kita harus khawatir saat perubahan meosi ini mengganggu pekerjaan atau kehidupan pribadi. Biasanya dokter akan memberi obat-obatan untuk mengatasi perubahan suasana hati yang disertai depresi ini.

Saat perubahan emosi yang terjadi ini masih sekedar terharu karena menonton film, atau sensitif dengan ucapan pasangan Anda, maka hal ini masih wajar terjadi, namun jika perubahan emosional yang terjadi ini sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Terlebih jika perubahan suasana hati ini masih saja terjadi setelah menstruasi.

Frekuensi Ke Toilet Yang Lebih Sering

Cobalah memperhatikan selama PMS, frekuensi Anda akan sering ke toilet. Tak masalah karena ini juga dialami oleh yang lain. Efek hormonal yang terjadi menjelang dan selama proses menstruasi akan menyebabkan perubahan usus dan saluran pencernaan yang menyebabkan prosuksi gas lebih banyak. Akibanya, tubuh rentan mengalami diare.

Hal ini dapat disebabkan karena menurunnya hormon progesteron. Pada masa ini, Anda disarankan untuk menkonsumsi banyak segat dan enghindari makanan tang terlalu pedas, tinggi kafein, dan alkohol.

Perut Kembung

Perut kembung dapat terjadi sebelum menstruasi karena fluktuasi estrogen dan progesteron yang terjadi beberapa hari sebelum menstruasi, yang dapat menyebabkan peningkatan retensi garam dan air dalam tubuh. Cobalah untuk membatasi asupan natrium atau garam dan ganti dengan asupan magnesium yang membantu menyeimbangkan elektrolit, mendorong pelepasan cairan secara perlahan, dan merilekskan otot yang tegang.

Kram

Sebelum lapisan rahim melepaskan sesuatu, tubuh akan benar-benar mengalami kontraksi walaupun kontraksi yang terjadi tidak seintens saat melahirkan. Hal ini dipicu oleh prostaglandin, zat mirip hormon yang diproduksi oleh tubuh. Jika kram terasa sakit dan berlangsung lebih dari beberapa hari, segera periksakan diri ke dokter, karena ini bisa menjadi tanda endometriosis (suatu kondisi progresif di mana jaringan yang biasanya melapisi rahim Anda tumbuh di tempat yang seharusnya tidak). Jika terjadi kondisi ini, Anda harus mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Kelelahan

Menurunnya estrogen dan progesteron secara tiba-tiba dapat mempengaruhi zat kimia yang mempengaruhi suasana hati seperti serotonin yang mempengaruhi tingkat energi. Kelelahan dapat mempengaruhi Anda dalam menyelesaikan tugas, bekerja, dan aktivitas sehari-hari.

Jerawat

Menurunnya hormon progesteron dapat menyebabkan kelenjar sebaceous memprosuksi minyak berlebih sehingga renttan menyebabkan munculnya jerawat. Cobalah mengonsumsi banyak serat dan makanan kaya antioksidan serta omega-3 untuk membantu detoksifikasi dan mengurangi produksi minyak.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

5 Kebiasaan Baik  Untuk Meningkatkan Energi di Sore Hari

Rasa lelah yang muncul saat sore hari terkadang