Keluarga sambung terbentuk karena adanya pernikahan kembali. Sayangnya, banyak sekali yang meremehkan keharmonisan keluarga sambung karena memang membangung keluarga sambung tidaklah mudah dan penuh dengan tantangan.
Statistik terbaru menunjukkan lebih dari 50% pernikahan kedua mengalami kegagalan. Sebenarnya ada langkah-langkah yang Anda dan pasangan terapkan untuk mempertahankan pernikahan kedua yang bahagia.
James Bay dalam bukunya Stepfamilies menemukan bahwa inti dari keluarga campuran yang berfungsi dengan baik adalah pernikahan yang stabil dan bahagia. The Gottman Institute menemukan keberhasilan keluarga ditentukan dari kekuatan hubungan pasangan. Lalu apa saja kiat untuk membangun keluarga sambung yang bahagia?
Menetapkan Ekspektasi Yang Realistis
Membangun rumah tangga kedua kali bukan berarti kita harus berekspektasi tingi, karena seringkali rasa kecewa disebabkan karena ekspekstasi terlalu tinggi. Membangun keluarga kembali bukan berarti kita ahrus memandingkan dengan rumah tangga yang eprtama.
Membangun rumah tangga yang kedua sama saja dengan membangun konstruksi kehidupan yang baru. Tetap saja namanya berumah tangga pasti ada masalah. Namun, yakinlah Anda dan pasangan bisa melewatinya.
Komunikasi Adalah Kunci
Sangat penting bagi pasangan yang ingin membangun rumah tangga kembali untuk belajar berkomunikasi secara efektif dan jangan takut untuk membahas topik-topik yang sensitif demi menghindari konflik. Dengan kemampuan berkomunikasi dan mendengar, maka masalah dapat dihindari.
Seiring waktu, buruknya komunikasi dapat mengikis pondasi hubungan yang telah terbentuk. Penelitian Gottman menemukan bahwa 69% konflik tidak dapat dipecahkan dan dibutuhkan empati, kasih sayang, dan pengertian untuk mengelola konflik yang terjadi.
Mengasuh Bersama, Bukan Terpisah
Kesetiaan kepada anak kandung adalah nyata, valid, dan dapat terasa sangat kuat. Dibutuhkan kebiasaan untuk membangun kepercayaan dan menumbuhkan cinta antara orangtua dan anak sambung. Tetapkan peran pengasuhan dan disiplin sejak dini. Sesuaikan dengan kebutuhan dan siklus perkembangan anak.
Bray mengungkapkan, masa remaja dapat menjadi masa-masa yang sulit dalam mengembangkan keluarga sambung. Pastikan Anda sebagai orangtua tetap emndampingi anak-anak dalam menata emosi dan tunjukkan bahwa Anda selalu ada untuk mereka.
Menciptakan Sistem Keluarga Unik Anda Sendiri
Keluarga inti memiliki hubungan erat karena hubungan darah yang kuat, namun membangun keluarga sambung ibarat memasak pelan-pelan. Dibutuhkan waktu untuk membangung ikatan erat yang tak tergoyahkan.
Penelitian Bay menemukan seringkali keluarga tiri tidak emrasa sebagai satu kesatuan hingga beberapa tahun setelah terbentuk. Beri waktu untuk bersatu dan menciptakan bonding satu sama lain. Biarkan anggota keluarga saling mengenal dahulu satu sama lain.
Untuk membangun bonding, Anda bisa membangun tradisi khusus seperti pergi menonton film bersama, atau mengunjungi restoran favorit Anda untuk makan bersama. Kegiatan ini dapat membantu keluarga untuk saling mengenal.
Tetap Terhubung dengan Pasangan Anda
Tetaplah fokus pada tujuan bersama dan salinglah mendukung harapan, impian, dan harapan masa depan untuk tetap bersatu. Anda bisa melakukannya dengan hal kecil seperti menanyakan keseharian, memiliki minat dan hobi yang sama, serta kencan tanpa anak-anak agar hubungan tetap hangat.
Latih Kesabaran dan Pemahaman
Membangun keluarga tidak seperti lari marathon, karena dibutuhkan proses. Jika memang ada kendala, tetaplah ebrsikap santai. Misal anak menetang peraturan yanga da di rumah, maka Anda bisa membicarakannya dari hati ke hati. Jangan menyerah dan tetap semangat, ingatlah alasan dan tujuan mengapa Anda bersama.
Facebook Comments