Tahun baru sebentar lagi, saatnya memulai hari yang baru dan membuat resolusi baru. Banyak roang yang beranggapan bahwa tahun baru adalah waktu ajaib untuk mewujudkan perubahan yang ingin Anda lakukan. Setelah tahun baru selesai, maka Anda akan membutuhkan hal-hal berkelanjutan untuk membuat Anda terus maju (baca Bagian I)
Dengan demikian, bagaimana jika di malam tahun baru kita tidak membuat resolusi sama sekali? Salahkah jika tidak membuat resolusi?
Membuat resolusi tidak ada salahnya. Adanya resolusi ini justru akan membuat kita lebih bersemangat menjalani hidup. Namun, dalam perjalanannya tidak semuanya akan berjalan mulus. Jika resolusi Anda menemui kegalalan, Anda harus siap menerimanya dan jangan merasa tertekan. Fokuslah pada upaya yang konsisten.
Tujuan dan resolusi ini harus dituliskan agar dapat terus diingat dan menjadi lebih konkret. Jika perlu tulislah resolusi Anda di cermin, kulkas, atau tempat yang mudah telihat.
Bagaimana jika Anda sudah membuat resolusi Tahun Baru?
Jika sudah membuat resolusi tahun baru, maka luangkanlahw aktu untuk mengevaluasi kembali tujuan Anda. Tuliskan apa yang harus dilakukan untuk emncapai tujuan tersebut, misalnya saja Anda ingin mahir bahasa Inggris, maka tuliskan berapa jam sehari Anda harus belajar dan tetapkan beraapa lama Anda akan belajar untuk mencapai tujuan tersebut.
Bagaimana jika Anda tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruk, kebiasaan yang sudah berjalan sehari-hari?
Studi menunjukkan bahwa dibutuhkan 66 hari untuk menjadikan sebuah kebiasaan sebagai kebiasaan yang otomatis. Mulailah dengan membuat tujuan harian, mingguan, dan bulanan. Penting untuk membuat perubahan kecil yang mengarah pada perubahan besar. Tuuan ini harus dianggap sebagai tujuan yang konsisten, bukan tujuan akhir.
Mengapa banyak sekali orang yang tertarik untuk membuat tujuan di akhir tahun? Karena memang tahun baru akan dilihat sebagai awal yang baru. Awal yang abru dengan semangat yang masih penuh, sehingga inilah yang membuat banyak orang mulai menulis resolusi untuk menetapkan tujuan mereka.
Sayangnya, tidak semua berjalan lancar. Tak jarang apa yang sudah kita tuliskan untuk dicapai mengalami kagalalan. Hal ini tentu saja bisa menimbulkan rasa bersalah. Bagaimana mengatasi rasa bersalah ini?
Untuk mengatasi rasa bersalah ini cobalah menanyakan pada diri sendiri untuk siapa perubahan ini? Perubahan baik ini tentunya untuk Anda sendiri. Hindari membuat resolusi karena orang lain, misalnya ingin diet karena ingin dipuji. Pastikan Anda membuat resolusi diet karena benar-benar ingin hidup lebih sehat.
Resolusi dan tujuan Anda mungkin positif, dan tujuan ini positif ini bisa saja membuat orang lain juga ingin melakukan hal yang sama dengan Anda. Jika memang memberikan dampak positif uintuk sekitar, mengapa tidak. Hal ini dapat memotivasi kita untuk tetap fokus dan mencapai tujuan.
Setelah melakukan semuanya, jangan lupa untuk diimbangi dengan berdoa. Berdoa akan membuat kita lebih berserah dan berpasrah atas apa yang Allah kehendaki. Jika kita merasa berat, maka ada Allah yang akan membantu kita mencapai tujuan.
.
Facebook Comments