Portrait young woman deciding whether to eat healthy food or sweet cookies she is craving sitting at table isolated white background. Human face expression emotion reaction. Diet nutrition concept

Ingat masa – masa ketika kamu masih muda dan jika kamu berperilaku baik, kamu akan mendapatkan hadiah? Baik itu happy meal atau dapat menyantap hidangan penutup terlebih dahulu, makanan selalu menjadi andalan para orang tua untuk mengkontrol anaknya, karena semua tahu makanan adalah hal yang kita sebagai manusia dapat mengerti dan memang butuhkan. Sekarang, sebuah studi yang baru mengatakan bahwa kondisi seperti ini dapat membawa anak atau kita menuju emotional eating, which is not a good news.

Studi ini dilakukan sambil memantau anak – anak berumur 3 sampai 7 dan mereka menyimpulkan bahwa orang tua yang menggunakan makanan sebagai hadiah atau hukuman akan membangun kebiasaan yang akan membuat kita mencandu kepada makanan tersebut ketika menghadapai masalah.

Dr. Claire Farrow, seorang dosen senior psikologi di Aston University dan pemimpin studi ini mengatakan, “pola makan dapat bersinggungan secara tidak langsung dengan hidup, jadi mereka yang belajar untuk menggunakan makanan sebagai alat untuk berlari ketika berhadapan dengan stress, kemungkina besar akan mengulang pola ini ketika dewasa. Sering ketika manusia melakukan emotional eating, mereka menyantap makanan yang mengandung kalori yang tinggi, penuh energy dan tidak kondusif untuk kesehatan tubuh kita.

Mengingat bukti – bukti ini, kemungkinan besar kita harus berhenti menggunakan makanan sebagai arti dari perilaku kita.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Meskipun Harga Murah Meriah Tetapi Tau Ngak Sih Kosmetik KW Itu Jorok dan Ilegal? Yakin Masih Mau Beli?

Bagi wanita, kosmetik mungkin menjadi salah satu alat