Jika kamu terus menerus selalu bertengkar dan merasakan gejolak emosi negatif, maka itu bukan cinta, itu perang. Tak peduli betapa tergila-gilanya kamu dengan suamimu, jika kamu terus menerus mengalami naik turun pernikahan yang tak membiarkanmu tenang dalam waktu yang cukup lama, maka mungkin tandanya pernikahan yang berantakan tersebut mungkin tak terselamatkan lagi. Pernikahan memang harus butuh upaya. Tetapi, jika kamu merasa bahwa upaya yang kamu lakukan untuk mempertahankan pernikahan tersebut justru lebih berat dari rasa bahagia yang kamu dapat, mungkin kamu harus menanyai dirimu sendiri: apakah pernikahan yang berantakan tersebut memang sudah tak bisa lagi diselamatkan?

Berikut adalah tanda-tanda bahwa kamu menjalani pernikahan yang berantakan yang mungkin, meskipun berat, sudah waktunya ditinggalkan.

Kamu mengkompromikan dirimu yang sebenarnya

Dalam sebuah pernikahan, kompromi memang hal yang wajib dilakukan. Dia suka nonton film komedi, kamu suka film fantasi, ketika kalian ingin menghabiskan waktu bersama, kamu dan dia harus mencari jalan tengah. Atau, kamu orangnya berantakan, dan dia sangat rapi, maka kamu dan dia mungkin harus terpaksa saling menoleransi meskipun sering kesal juga.

Pernikahan memang tak selalu indah. Teman-teman Facebookmu yang mengunggah foto bersama suaminya saat traveling dan tertawa-tawa juga pasti memiliki momen ketika mereka saling bertengkar juga. Akan tetapi, jika kamu mengkompromikan tentang hal-hal penting yang menjadikan dirimu orang yang saat ini, atau hal-hal kecil tetapi setiap saat, kamu dan dia butuh menghadapi kenyataan..

Pernikahan tidak seharusnya membuat stress untuk dipertahankan. Memang, kamu akan mengalami pertengkaran di sana-sini. Tetapi jika pertengkaran atau stress adalah definisi dari pernikahanmu, maka mungkin kamu dan dia memang tidak cocok sehingga jadinya kalian terjebak dalam pernikahan yang berantakan.

Waktu yang kamu habiskan bersamanya lebih buruk daripada ketika kamu sendirian

Setiap pasangan pernah mengalamimasa-masa sulit dalam hubungan mereka. Tetapi, sepanjang mereka bersama, waktu yang dihabiskan lebih sering terasa membuat bahagia. Mengapa? Ini karena mereka bekerja bersama-sama untuk menoleransi kekurangan satu sama lain. Namunn, beberapa orang memang saling mencintai dengan pasangannya tetapi kesulitan untuk bisa menjalani masa-masa damai dan merasa nyaman dengan satu sama lain karena mereka sangat berlawanan atau memilii nilai-nilai yang berbeda. Ketika kamu saling cinta, tetapi tidak cocok, kamu akan merasa pernikahan yang berantakan itu seperti neraka.

Kamu sudah mencoba berbagai solusi namun tak berhasil

Tentu saja, hal pertama yang harus dilakukan ketika menyadari bahwa kamu berada di sebuah pernikahan yang berantakan adalah mencari cara untuk memperbaikinya. Akan tetapi, jika kamu sudah mencoba segala alternatif, dan kini kamu kehabisan ide karena tidak ada yang berhasil, maka  mungkin kini saatnya untuk menghadapi realita bahwa pernikahan itu tak terselamatkan lagi.

Ketika kamu merasa segalanya telah buntu, kamu pasti akan merasa lelah dan depresi. Kepribadianmu yang biasanya ceria kini bisa jadi terpuruk. Karena itulah, kamu harus mencari jalan keluar dari situasi tersebut.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Ternyata Selain Kata “I Love You” Begini 8 Cara Menyampaikan Rasa Sayang kepada Pasangan

Mengucapkan kata-kata yang manis seperti “i love you”