Adakah di antara kamu yang bertanya-tanya, sebenarnya tren fashion itu diukur dari apa sih? Kok bisa sih ada tren Fashion? Kamu juga pasti pernah menjumpai berbagai pakaian vintage yang tiba-tiba menjadi fashion yang hits di lingkunganmu. Atau kamu juga pernah menjumpai style yang tiba-tiba ngetren, kemudian setelah beberapa bulan menghilang.  Nah, tak perlu berlama-lama lagi, ini dia penjelasannya  :

  1. Siklus Tren Fashion

Evolusi warna menjadi arus utama yang menjamin Hukum Fashion Laver. Hukum ini diciptakan oleh James Laver, seorang ahli teori mode dan sejarawan kostum terkenal di Victoria & Albert Museum. Undang-undang Laver menetapkan waktu yang tepat untuk siklus hidup suatu tren karena tren bergerak dari yang sebelumnya dianggap ‘tidak senonoh’ dan ‘tidak tahu malu’ kemudian 10 tahun kemudian disebut ‘berani’ dan ‘smart’, lalu setelah itu barulah masuk dalam tren saat ini. Nanti, tren akan dianggap ‘dowdy’ dan ‘mengerikan’ lima tahun setelah waktunya, tren tersebut akan disebut ‘kuno’. Namun, kemudian setelah beberapa dekade, tren akan disebut ‘menawan’ lagi.

  • Efek digital
Young woman uses digital slr photocamera.

Munculnya teknologi telah melakukan banyak perkembangan untuk mempercepat redux retro dengan arsip otentik dan citra digital dari era tertentu. Banyaknya informasi yang membanjiri kehidupan kita juga mengindikasikan bahwa digitalisasi sekarang ini berfungsi sebagai reaksi langsung terhadap dunia tempat kita hidup. Kehadiran informasi di era digital  juga dapat dikreditkan karena memunculkan model “see now, buy now”  (lihat sekarang, ingin sekarang, beli sekarang”.

Dalam upaya untuk melayani kebutuhan yang terus meningkat dari konsumen yang tidak sabar, berbagai brand memangkas waktu untuk segera mempertemukan produknya dengan konsumen. Sebagai contoh, gaun polkadot dari Zara mencapai ketenaran media sosial dengan basis penggemar setia lebih dari 26.000 pengikut di Instagram. Gaun yang tenar di mana-mana dalam semalam dapat mempengaruhi model bisnis dari suatu brand. Hal ini memampukan suatu bisnis untuk memproduksi pakaian dengan waktu yang sangat singkat. Proses dari desain ke etalase yang siap jual dapat dilakukan dalam waktu kurang dari dua minggu

Dengan teknologi yang melampaui jangkauan sistem peramalan tren konvensional, saat ini para perancang busana meluncurkan jaringan mereka secara luas dalam upaya untuk memberikan pelanggan apa yang mereka inginkan, bahkan sebelum mereka tahu bahwa mereka menginginkannya.

Dua faktor utama penggerak fashion di atas tentu dapat menjawab rasa penasaran kamu tentang fashion. Nah, kini kamu sudah paham kan dari mana asal fashion dan mengapa tren bisa berubah-ubah dengan cepat? Bagi para pebisnis, hal ini bisa menjadi inspirasi untuk melebarkan sayap dan memanfaatkan peluang. Berbagai fasilitas dan kemudahan yang ada saat ini harus digunakan untuk mendekatkan produk dengan pasar.

Bagi kamu yang senang belanja, kamu harus hati-hati dan pintar untuk mengontrol diri. Kemudahan akses untuk melihat berbagai tren dan style dari seluruh dunia juga akan sangat memungkinkan kamu untuk tergiur ingin segera memilikinya. Oleh karena itu, kamu harus hati-hati dan berhemat, ya!

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/hindari-tren-fashion-berikut-ini-untuk-kamu-yang-berusia-35-tahun-ke-atas/

http://www.tampilcantik.com/jadi-diri-sendiri-dengan-tips-menemukan-fashion-sesuai-kepribadian-kamu/

http://www.tampilcantik.com/berpakaian-layaknya-coco-chanel-bisa-dilakukan-dengan-trik-fashion-berikut-ini-lho/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

5 Cara Memakai Denim Like A Pro

Dari blazer oversized hingga denim dengan setelan denim,