Salah satu tanda utama penyakit Alzheimer adalah pikun atau hilangnya memori. Hingga saat ini, belum ada cara untuk mengobati penyakit ini. Namun, jika penyakit ini bisa dideteksi pada awal-awal gejala, tindakan bisa diberikan kepada pasien untuk bisa hidup dengan baik untuk waktu yang lebih lama. Perencanaan juga bisa dilakukan oleh keluarga untuk ke masa depannya.

Karena itulah, sangat penting untuk mengenali semua gejala Alzheimer sebelum terlambat. Salah satu tanda umum Alzheimer adalah hilangnya memori yang bisa hadir dalam berbagai bentuk sepeti kebingungan terhadap waktu atau tempat, kesulitan menemukan kosa kata, kesulitan mengingat, pertimbangan yang buruk, dan lain-lain. Ternyata, selain hilangnya memori, ada tanda-tanda Alzheimer lain yang bisa diamati pada tahap awal penyakit ini. Ketika kita melihat ada tanda-tanda ini pada orang yang kita sayangi, kita harus segera menghubungi dokter.

 

Apati

Pada awal-awal penyakit ini, sangat mungkin bagi sang pasien untuk menarik diri dari aktivitas-aktivitas sosial yang dulunya membuat mereka bahagia, seperti nonton film, makan siang dengan teman-teman, atau bermain dengan cucu. Penderita Alzheimer mempersempit lingkungan mereka hanya pada hal-hal yang mereka merasa sangat nyaman. Rasa ragu-ragu ini bisa merasuk ke dalam kehidupan para penderia Alzheimer, bahkan di gejala-gejala paling awal dari penyakit ini. Mereka menjadi acuh tak acuh.

Perubahan pada penampilan dan kebersihan pribadi

Apatisme ini bisa merambah ke kebiasaan-kebiasaan lain. Beberapa penderita Alzheimer memakai baju yang sama selama beberapa hari berturut-turut atau tiba-tiba tidak menyisir rambut selama seminggu. Namun, hanya karena seseorang tidak mandi selama tiga hari, bukan berarti ia lupa melakukannya. Ketika apati mulai meningkat, beberapa individu mungkin menjadi tidak peduli dengan bagaimana penampulan mereka. Perubahan-perubahan tingkah laku ini tidak bisa dites di klinik, karena itulah sangat penting bagi keluarga untuk memperhatikannya.

Kecemasan dan depresi terkait Alzheimer

Ketika seorang manula mulai sadar bahwa ia pikun, hal ini mungkin membuatnya jadi cemas. Kecemasan terkait Alzheimer biasanya terlihat dari melontarkan pertanyaan yang terus menerus. Contoh pertanyaannya bisa seperti “Kita mau ke mana? Apa yang akan kita lakukan? Kapan kita berangkat?” Biasanya kepikunan ini bahkan ditutup-tutupi dengan berusaha terlihat penuh perhatian. Selain itu, hal ini juga bisa memicu perasaan depresi karena hilangnya percayaan diri. Walaupun ada juga studi yang menunjukkan depresi bisa terjadi sebagai akibat langsung dari dementia alih-alih reaksi terhadapnya.

Perubahan penglihatan

Seorang lansia pada tahap awal Alzheimer bisa mengalami perubahan kualitas penglihatan. Bisa saja, ketika memeriksakan diri ke dokter mata, ternyata tak ada yang salah dengan mata. Hal ini dikarenakan bagian belakang otak mengalami penurunan fungsi lebih cepat. Bagi beberapa orang, ini bukan hanya mempengaruhi penglihatan, tapi juga penciuman dan pendengaran.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Rasa Logam di Lidah? Ini Kemungkinan-Kemungkinan Alasannya Kamu Alami Dysgeusia

Apakah mulutmu merasakan seolah-olah kamu selama ini nyemil