Meminta maaf adalah sesuatu yang perlu kita lakukan ketika kita berbuat sesuatu yang salah atau ketika kita menyakiti maupun menyinggung orang lain, baik sengaja maupun tidak sengaja. Tapi ada saat-saat di mana orang terlalu banyak meminta maaf, padahal sebenarnya tidak perlu. Berikut adalah hal-hal yang mungkin terjadi dalam hidupmu dan kamu tidak perlu meminta maaf atas itu :

  • Berpendapat
Perlunya Etika Berpendapat dan Toleransi - Kompasiana.com

Jangan pernah meminta maaf karena menjadi diri sendiri, karena memiliki impian dan pendapat, atau karena berpikir kritis atau mempertanyakan kebijaksanaan konvensional. Orang mungkin berpikir bahwa kamu tidak percaya pada ide-ide kamu cukup untuk memperjuangkannya.

  • Harapan orang lain yang tinggi terhadapmu

Dalam hal ini, mungkin kamu beranggapan bahwa meminta maaf merupakan upaya untuk menghindari konflik yang bisa muncul akibat seseorang mengharapkan kata atau tindakan darimu. Jika kamu meminta maaf, mungkin kamu bisa menghindari konflik, tetapi kamu akan mengalami depresi emosional. Ketika seseorang memberi tahu kamu, “Aku harap kamu ____”, kamu tidak perlu menyesal dan meminta maaf. Kamu tidak perlu berasumsi bahwa kamu bersalah hanya karena gagal memenuhi standar atau harapan seseorang.

  • Tidak mengetahui sesuatu

Orang sangat sering meminta maaf karena ketidaktahuan mereka terhadap sesuatu, dengan tujuan untuk menghindari kecanggungan. Tapi tidak mengetahui sesuatu itu sangat normal dan kamu tidak perlu meminta maaf saat mengakui bahwa kamu tidak tahu sesuatu.

  • Memberitahu kebenaran
Bagaimana Anda Bisa Mengetahui Kebenaran tentang Allah?

Tidak semua orang punya nyali untuk mengatakan suatu kebenaran. Orang sering meminta maaf, bahkan ketika menyatakan kebenaran yang sangat penting sekalipun. Mungkin kamu pernah merasa bersalah karena telah menyakiti orang-orang dengan kebenaran yang kamu ungkapkan. Tapi kamu harus ingat, kamu boleh mengatakan simpati pada seseorang yang sedih setelah mendengar sebuah kebenaran, tapi kamu tidak perlu meminta maaf karena mengatakan sesuatu yang benar, karena jujur bukan sebuah kesalahan.

  • Emosi atau perasaan kamu

Sebagian besar wanita meminta maaf atas perasaan yang mereka rasakan. Padahal sebenarnya, kamu tidak perlu meminta maaf atas emosi dan perasaan yang muncul dari dirimu. Kamu perlu mengerti bahwa berbagai emosi dan perasaan seperti marah, sedih, ingin menangis, dsb., adalah hal yang sangat normal dan itu bukan masalah. Kamu memiliki hak untuk mengekspresikan perasaan kamu, jadi jangan pernah meminta maaf atas itu.

  • Meminta bantuan
Cara Terbaik untuk Meminta Bantuan Orang Lain - Womantalk

Bagi banyak orang, meminta maaf berhubungan langsung dengan kesopanan, itulah sebabnya “maaf” telah menjadi titik awal untuk setiap kalimat dalam kehidupan sehari-hari. Pada berbagai kesempatan, ketika kita meminta sesuatu kepada orang lain, kita harus mulai dengan permintaan maaf karena kita menyita waktu mereka. Tapi, lain kali, ketika kamu membutuhkan sebuah informasi, sebenarnya kamu tidak perlu meminta maaf. Alih-alih mengatakan “maaf” kamu bisa mengatakan “bisakah kamu…” atau “apakah kamu tidak keberatan jika…”, dsb.

  • Kesalahan orang lain

Permintaan maaf kadang-kadang menjadi mekanisme pertahanan pasif-agresif yang biasa kita gunakan untuk memberi tahu orang lain bahwa mereka perlu meminta maaf. Tentu kamu pernah mengalami hal ini, bukan? Psikolog menyarankan supaya kamu bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya benar-benar melakukan kesalahan?”. Kamu perlu menentukan pemicu atau alasan yang membuat kamu ingin meminta maaf (padahal sebenarnya kamu tidak bersalah). Ketika hal seperti ini terjadi, gantilah permintaan maaf kamu dengan argumen yang tepat untuk menjelaskan pendapat dari sudut pandang kamu. Bersikaplah jujur dan katakan apa adanya.

  • Masa lalu kamu

Ketika seseorang mengingatkan kita tentang kesalahan masa lalu kita, mungkin kita akan merasa bersalah lagi. Hampir setiap orang memiliki momen yang ingin mereka hapus dari hidup mereka jika mereka bisa. Tidak ada gunanya meminta maaf untuk hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Solusinya sangat sederhana, tapi cukup sulit untuk dilakukan : Maafkanlah diri kamu terlebih dahulu. Orang bisa membuat kesalahan, tetapi orang juga bisa menebus kesalahannya. Kamu mungkin sudah menyesal setelah melakukan sesuatu di masa lalu, tetapi saat ini mungkin kamu sudah berjanji dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Jadi, berhentilah meminta maaf berulang kali atas kesalahan masa lalu.

  • Tidak ingin berbicara atau bertemu orang lain

Kamu mungkin sering berusaha membuat situasi atau suasana menjadi lebih baik dengan cara meminta maaf ketika kamu tidak ingin bertemu atau berbicara dengan seseorang. Jiwa dan ragamu adalah sosok yang akan hidup bersamamu sepanjang hidup. Jadi, kamu harus memprioritaskan dirimu. Memprioritaskan diri sendiri bukan sebuah tindakan yang egois. Jadi, kamu tidak perlu meminta maaf ketika kamu ingin menjaga jarak dengan seseorang untuk mempertahankan “inner peace” kamu.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/kamu-tidak-perlu-meminta-maaf-untuk-6-hal-ini/

http://www.tampilcantik.com/maaf-ya-kalo-kamu-ngerasa-ga-enak-dengan-apa-yang-aku-bilang-tapi-aku-nggak-nyesel-bilang-itu-kok/

http://www.tampilcantik.com/apa-susahnya-mengatakan-maaf-jika-kamu-sadar-telah-berbuat-salah-masih-mementingkan-gengsi/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Makanan dan Minuman yang Akan Meningkatkan Kesehatan Wanita

Wanita memiliki sejumlah kebutuhan nutrisi yang unik, sehingga